Operasi Ketupat 2026, Polda Maluku Perkuat Imbauan Kamtibmas di Jalur Laut
Ambon–Spektroom : Satuan Tugas Preemtif Subsatgas Binmas Polda Maluku mengintensifkan edukasi dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat di kawasan pelabuhan dalam rangka Operasi Ketupat Salawaku 2026, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan personel, dilanjutkan dengan sambang dialogis di Pelabuhan Tulehu. Dalam kegiatan tersebut, petugas berdialog langsung dengan petugas jaga pelabuhan serta masyarakat calon penumpang, sekaligus menyampaikan imbauan agar tetap waspada, menjaga barang bawaan, serta memperhatikan keselamatan selama perjalanan laut.
Selanjutnya, Subsatgas Binmas bersama Subsatgas Pamobvit dan Polairud melaksanakan patroli dialogis di Pelabuhan Hunimua, Desa Liang. Kegiatan yang dipimpin Kasubsatgas Binmas, Kompol Jhon Horhoruw, ini menyasar penumpang kapal ferry rute Liang–Waipirit serta petugas di pos pengamanan pelabuhan.
Dalam patroli tersebut, personel mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang lonjakan penumpang mudik. Selain itu, petugas juga memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan guna mendukung keamanan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang.
Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Salawaku 2026, menegaskan bahwa pendekatan preemtif menjadi salah satu kunci keberhasilan pengamanan mudik.
“Kami mengedepankan langkah preemtif melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran penumpang dan petugas, potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujar Rositah.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri, petugas pelabuhan, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi tetap kondusif selama periode mudik.
“Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama untuk menciptakan mudik yang aman, nyaman, dan lancar, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku yang sangat bergantung pada transportasi laut,” tambahnya.
Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sertai mendapat respons positif dari masyarakat.
Pendekatan preemtif yang dilakukan Polda Maluku melalui edukasi langsung di pelabuhan menunjukkan pergeseran strategi pengamanan yang semakin humanis dan adaptif. Di wilayah kepulauan seperti Maluku, di mana transportasi laut menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, langkah preventif semacam ini dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar penindakan.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membangun kepercayaan publik (trust building) yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Terlebih pada momentum mudik Lebaran yang identik dengan lonjakan penumpang, potensi kerawanan seperti kehilangan barang, kepadatan, hingga gangguan keamanan dapat diminimalisir melalui komunikasi langsung yang intensif.
Jika dilakukan secara konsisten dan terukur, pola pendekatan dialogis ini tidak hanya berdampak jangka pendek selama Operasi Ketupat, tetapi juga berpotensi memperkuat hubungan jangka panjang antara Polri dan masyarakat. (EM)