Trending

Optimalkan Pemanfaatan Tanah di Sumbar, Pemprov Jajaki Kerjasama dengan Bank Tanah

Optimalkan Pemanfaatan Tanah di Sumbar, Pemprov Jajaki Kerjasama dengan Bank Tanah
Gubernur Mahyeldi saat bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, di Jakarta. (Foto: Biro Adpim)

Jakarta-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menjajaki peluang kerja sama dengan Badan Bank Tanah untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanah negara agar lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal itu menjadi materi utama pembicaraan saat Gubernur Mahyeldi bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, di Jakarta.

Mahyeldi mengatakan, penjajakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung pelaksanaan reforma agraria sekaligus mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu potensi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pemanfaatan tanah negara di kawasan Bukit Gombong, Kabupaten Solok yang dikelola Badan Bank Tanah. Tanah tersebut berpeluang dimanfaatkan untuk mendukung reforma agraria, termasuk kemungkinan redistribusi tanah kepada masyarakat atau petani penggarap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, Mahyeldi menegaskan bahwa pembahasan tersebut masih dalam tahap penjajakan awal. Karena itu, ia meminta perangkat daerah terkait mempelajari lebih lanjut peluang kerja sama tersebut sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Pembicaraan kemarin baru penjajakan awal. Kita perlu mempelajarinya lebih detail di tingkat internal, sehingga kebijakan yang nantinya kita ambil betul-betul tepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi saat dikonfirmasi di Padang, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Mahyeldi, pemanfaatan tanah harus direncanakan dengan baik agar tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, setiap peluang pemanfaatan tanah perlu dikaji dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, kebutuhan masyarakat, aspek lingkungan dan budaya, serta arah pembangunan Sumbar.

“Yang kita harapkan bukan hanya tanahnya bisa dimanfaatkan, tetapi bagaimana pemanfaatan tersebut memberikan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat menjelaskan bahwa Badan Bank Tanah merupakan badan khusus yang dibentuk pemerintah untuk menjamin ketersediaan tanah bagi berbagai kepentingan, antara lain kepentingan umum, kepentingan sosial, pembangunan, pemerataan ekonomi, dan reforma agraria.

Menurut Hakiki, Badan Bank Tanah juga dapat mendukung pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan tanah agar lebih produktif dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kehadiran kita adalah untuk membantu daerah dalam aspek pengelolaan aset tanah agar menjadi lebih produktif,” tegas Hakiki saat bertemu Gubernur beberapa waktu yang lalu.

Melalui penjajakan ini, Pemprov Sumbar akan mempelajari lebih lanjut potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Badan Bank Tanah. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan tanah yang produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kewenangan masing-masing pihak serta ketentuan peraturan perundang-undangan. (RRE/adpsb/bud)

Berita terkait

Jawara-Jawarawati Pensiunan Kepala RRI Reuni di Malang, Rawat Persaudaraan dan Santuni Anak Yatim

Jawara-Jawarawati Pensiunan Kepala RRI Reuni di Malang, Rawat Persaudaraan dan Santuni Anak Yatim

Malang - Spektroom.com – Komunitas Jawara-Jawarawati yang terdiri atas para pensiunan kepala Radio Republik Indonesia (RRI) menggelar pertemuan di Malang pada 10–13 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, merawat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak yatim piatu. Sejumlah tokoh turut serta dalam rombongan, di

Buang Supeno