Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Rektor UIN Saizu Dorong Nilainya Hadir di Kampus

Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Rektor UIN Saizu Dorong Nilainya Hadir di Kampus
Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan dan diucapkan dalam upacara. (Foto : Humas UIN Saizu).

Purwokerto-Spektroom : Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan dan diucapkan dalam upacara. Nilai-nilainya justru diuji dalam cara seseorang menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan, memperlakukan sesama, hingga mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 di lingkungan kampus, Kamis (1/10/2026).

Menurut Ridwan, Pancasila harus dipahami sebagai titik temu yang memungkinkan masyarakat Indonesia tetap hidup bersama di tengah perbedaan agama, suku, bahasa, budaya maupun latar belakang sosial.

“Bersatu tidak harus berarti seragam, dan berbeda tidak harus berarti berjarak,” ujarnya.

Ia menilai keberagaman bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika setiap orang memiliki kesediaan untuk menghormati dan hidup berdampingan.

Karena itu, nilai Pancasila perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata. Nilai ketuhanan, misalnya, tidak berhenti pada keyakinan, tetapi tercermin melalui akhlak.

Nilai kemanusiaan diwujudkan dalam kepedulian, persatuan melalui solidaritas, demokrasi melalui musyawarah, dan keadilan sosial melalui kepedulian terhadap kemaslahatan bersama.

“Pancasila menjadi kuat ketika nilai-nilainya hadir dalam kehidupan nyata. Ia sakti ketika mampu menjaga bangsa ini dari perpecahan,” katanya.

Dalam konteks perguruan tinggi keagamaan Islam, Ridwan juga menegaskan bahwa keislaman dan keindonesiaan tidak perlu dipertentangkan.

Menurutnya, nilai kemanusiaan, persaudaraan, musyawarah, keadilan dan kemaslahatan dalam Pancasila memiliki titik temu dengan nilai universal ajaran Islam.

UIN Saizu, kata dia, memiliki peran untuk mempertemukan nilai keislaman, keindonesiaan, keilmuan dan kemanusiaan melalui pendidikan dan kehidupan akademik.

Kampus diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kuat secara keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan berdialog, menghargai perbedaan dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Dari kampus harus lahir generasi yang kokoh dalam keyakinan agamanya, luas dalam wawasan keilmuannya, moderat dalam kehidupan sosialnya, dan teguh dalam komitmen kebangsaannya,” ujar Ridwan.

Bagi UIN Saizu, refleksi Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga bagian dari keseharian warga kampus.

Berita terkait

Peringatan Hari Jadi ke-81 dan Hari Kesaktian Pancasila, Momentum Perkuat Kebersamaan Membangun Sumbar

Peringatan Hari Jadi ke-81 dan Hari Kesaktian Pancasila, Momentum Perkuat Kebersamaan Membangun Sumbar

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Asharullah menegaskan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sekaligus Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-81 merupakan momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, gotong royong, dan pengabdian dalam membangun daerah. Hal itu disampaikan Gubernur saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Jadi Sumbar ke-81

Rafles
KMDT Dorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Koperasi di Kawasan Danau Toba

KMDT Dorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Koperasi di Kawasan Danau Toba

Jakarta — Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kolaborasi dengan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) guna mengakselerasi pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara. Langkah strategis ini diarahkan untuk memperkuat berbagai komoditas lokal dan potensi pariwisata daerah berbasis wadah koperasi. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan hal tersebut usai menerima

Nurana Diah Dhayanti