Panen Padi Kendal Terpuruk, Petani Rugi Akibat Cuaca Buruk
Kendal-Spektroom: Hasil panen padi di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal mengalami penurunan drastis pada musim panen kali ini. Petani mengaku merugi akibat cuaca buruk berupa hujan berkepanjangan dan angin kencang yang mengganggu proses pertumbuhan hingga masa panen.
Di Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, seorang petani bernama Matrokan mengungkapkan bahwa hasil panennya jauh dari harapan. Dari lahan seluas satu iring, ia hanya mampu menghasilkan sekitar 30 sak gabah.
“Kalau panen bagus bisa sampai 47 sak,” ujarnya.
Tak hanya kuantitas yang menurun, kualitas gabah pun ikut terdampak. Matrokan menyebut, berat gabah per sak kini hanya sekitar 65 kilogram, lebih rendah dibanding kondisi normal yang bisa mencapai 70 kilogram.
“Padinya ada yang kurang bagus, jadi bobotnya turun,” jelasnya.
Penurunan hasil panen tersebut berdampak langsung pada pendapatan petani. Matrokan mengaku, dari satu iring lahan, ia hanya memperoleh sekitar Rp5 juta. Padahal pada kondisi normal, hasil panen bisa menghasilkan hingga Rp8 juta.
Kondisi serupa juga dialami petani di Kecamatan Weleri. Supriyanto menyampaikan, panen kali ini tidak maksimal akibat pengaruh cuaca musim hujan yang cukup ekstrem.
“Musim panen kali ini kurang bagus karena musim hujan,” katanya.
Ia menjelaskan, dari lahan yang dikelola, hasil panennya hanya mencapai sekitar 2 hingga 2,5 ton gabah. Angka tersebut menurun dibandingkan musim kemarau yang biasanya mampu menghasilkan hingga 3 ton.
“Kalau musim kemarau bisa tiga ton, sekarang paling dua atau dua setengah ton,” ujarnya.
Para petani berharap kondisi cuaca pada musim tanam berikutnya lebih bersahabat agar hasil panen dapat kembali optimal. Mereka menilai, musim kemarau cenderung memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan musim hujan, terutama dalam menjaga kualitas dan kuantitas gabah.