Panen Perdana Mina Padi Panembangan, 71 Kilogram Ikan Jadi Awal Kemandirian Petani
Banyumas-Spektroom : Bagi petani di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, 71 kilogram ikan yang , dipanen dari lahan persawahan bukan sekadar hasil panen. Hasil tersebut menjadi tanda bahwa sawah dapat menghasilkan lebih dari sekadar gabah ketika dikelola dengan cara yang lebih terpadu.
Panen perdana mina padi itu dilakukan melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Sistem ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman padi dalam satu kawasan, sekaligus membuka peluang pengembangan potensi wisata desa.Program tersebut telah berjalan selama tiga tahun.
Tim PDB Unsoed diketuai Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., bersama sejumlah dosen serta melibatkan mahasiswa bidang perikanan dan pertanian.
Dalam keterangan tertulisnya Kamis, (1/10/2026)Prof. Totok mengatakan, panen 71 kilogram ikan merupakan bagian awal dari siklus budidaya yang masih akan berlanjut.
Setelah panen perdana, ikan di empat kolam mina padi lainnya akan dipanen, kemudian dilanjutkan dengan panen padi.
“Setelah panen pertama, kegiatan dilanjutkan dengan panen ikan pada empat kolam mina padi lainnya. Tahapan berikutnya diarahkan pada panen padi sebagai bagian dari siklus budidaya terpadu,” katanya.
Selama tiga tahun pendampingan, Unsoed tidak hanya memperkenalkan pola mina padi, tetapi juga mendorong masyarakat agar semakin mandiri. Salah satunya melalui pengembangan Mina Padi Protani Salibu yang memungkinkan pengelolaan tanaman padi secara berkelanjutan.
Sebanyak 5.000 benih ikan telah ditebar. Masyarakat juga mulai memproduksi pakan ikan secara mandiri dengan capaian produksi sekitar 100 kilogram.
Pendampingan turut menyentuh aspek teknologi. Tim Unsoed menguji perangkat Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas air, seperti pH, oksigen terlarut, dan ketinggian air.
Program ini juga menjawab persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari produktivitas padi yang belum optimal hingga tingginya biaya pakan ikan.
Evaluasi program mencatat peningkatan keberdayaan mitra sebesar 80 persen. Capaian itu terlihat dari tersusunnya SOP produksi ikan, penerapan budidaya dan pembenihan ikan yang baik, keterampilan menerapkan Protani Salibu, hingga pemanfaatan media sosial untuk pemasaran.
Ke depan, mina padi di Panembangan diharapkan tidak berhenti sebagai pola budidaya, tetapi berkembang menjadi ruang pertemuan antara pertanian, perikanan, dan wisata.
Dengan begitu, lahan yang sama diharapkan mampu memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.