Panglima Sambang Kota Batam Dilantik Dengan Acara Adat Tepung Tawar
Batam - Spektroom - Walikota Batam Amsakar Achmad melantik Panglima Sambang Kota Batam yang gelar oleh Pasukan Adat dan Marwah Hitam di Hotel Vanila Batam.
Prosesi pelantikan diawali dengan penyerahan pataka kepada Panglima Sambang Kota Batam yang baru, Rikayasa bergelar Datuk Panglima Hitam, sebagai simbol estafet kepemimpinan dan amanah organisasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi tepung tawar sebagai doa dan harapan agar kepemimpinan yang baru senantiasa diberi keberkahan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam menjalankan tugas.
Amsakar mengajak organisasi adat dan kemasyarakatan terus memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kota Batam.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan selamat atas amanah yang telah diberikan. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan yang baru ini, Gagak Hitam semakin maju, semakin solid, dan semakin mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya Sabtu (1/8/2026).
Menurut Amsakar, organisasi adat memiliki peran strategis sebagai perekat keberagaman di tengah pesatnya perkembangan Batam sebagai kota industri, perdagangan, dan investasi.
Karena itu, organisasi kemasyarakatan diharapkan menjadi kekuatan yang mampu menciptakan suasana sejuk, menjaga persatuan, serta mempererat kebersamaan.
“Idealnya organisasi seperti ini menjadi penyejuk yang mampu membangun sinergi. Mari bergerak bersama menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan mengambil bagian dalam mendukung pembangunan agar Batam semakin maju, nyaman, dan harmonis,” katanya

Amsakar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadikan nilai-nilai adat, budaya dan semangat gotong royong sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat merupakan modal penting untuk mewujudkan Batam sebagai kota yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.
Sementara itu, Panglima Sambang Kota Batam, Rikayasa bergelar Datuk Panglima Hitam, menyatakan siap mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
“Ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus amanah besar bagi kami untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Kepercayaan ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya demi menjaga marwah organisasi dan memberikan manfaat bagi daerah,” ujarnya.
Rikayasa menegaskan Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan kondusivitas daerah.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi, menjadi peneduh bagi masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan semangat kebersamaan di Kota Batam,” tuturnya.