Trending

Paradoks Pembaharuan & Keberlangsungan

Paradoks Pembaharuan & Keberlangsungan
Flayer create by ChatGPT

Oleh: Anwar Mujahid Adhy Trisnanto - Ketua Dewas LPP RRI

Jakarta - Spektroom: Sebentar lagi RRI genap berusia 81 tahun. 81 = 9 x 9. 8 + 1 = 9. Jadi, angka 81 lekat dengan 9, sebuah angka yang Istimewa.

Dikalikan berapapun, kemudian angka-angkanya dijumlah, hasilnya tetap akan jadi 9. Contohnya, 9 x 123 = 1.107. 1 + 1 + 0 + 7 = 9. Dan 9 x 234 = 2.106. 2 + 1 + 0 + 6 = 9.

Budaya timur menafsirkan angka 9 sebagai angka puncak, bersifat langit, maskulin, positif.

Berhubungan dengan kesempurnaan, kekuasaan, keabadian, dan keberuntungan jangka panjang. Di Tiongkok, hanya kaisar saja yang boleh memakai angka 9. Di India, 9 adalah angka suci.

Ada 9 planet/dewa dalam astrologi Veda. Di Indonesia ada Wali Songo, yang “aneh”nya tidak hidup dalam satu periode waktu yang sama.

Orang Timur memaknai angka 9 sebagai lambang keabadian, keikhlasan. Sedangkan di Barat, angka 9 dimaknai sebagai angka terakhir, penyelesaian siklus.

Ketika kita sampai ke hitungan 9 berarti kita berada di ujung siklus, dan kemudian akan muncul siklus baru. Ada pembaharuan di sana. Orang barat memaknai angka 9 dari sisi kemanusiaan.

RRI akan mencapai usia 81 tahun. Kalau kita pakai budaya timur, 81 tahun menempatkan kita di posisi puncak, abadi. Namun kalau kita pakai budaya barat, 81 tahun menempatkan kita di posisi akhir sebelum bergeser ke siklus yang baru.

Dua-duanya bisa kita pakai dalam konteks yang berbeda. Memakai pendekatan timur, kita maknai RRI punya karakter abadi, berkelanjutan, terus menerus.

Sesuai dengan semboyan kita: Sekali Di Udara, Tetap Di Udara. Tugas yang kita pilih dan kemudian diangkat oleh Negara melalui Undang-Undang, bersifat abadi: menebar informasi, edukasi, hiburan.

Mendorong peran serta masyarakat dalam kehidupan berbangsa, mempersatukan seluruh komponen bangsa.

Memakai pendekatan barat, kita maknai RRI perlu melakukan pembaharuan, melakukan transformasi. Transformasi ini bersifat semesta. Tidak berhenti pada transformasi teknologi, sekalipun memang teknologi yang jadi pemicu.

Teknologi memicu transformasi budaya, perubahan manusia mengkonsumsi informasi, perubahan manusia menggunakan media.

Perubahan budaya mendorong perubahan cara kita memproduksi dan mendistribusikan konten. Yang akhirnya menimbulkan gelombang perubahan model bisnis dan proses bisnis.

Transformasi menjadi proses yang berkelanjutan, tidak akan pernah berhenti. Kegagalan melakukan transformasi akan menyebabkan makna keberadaan dan kehadiran kita menjadi terganggu.

Maka kita sampai pada sebuah paradoks: pembaharuan dibutuhkan untuk menjamin keberlangsungan.

Ketika kita tiba di kesimpulan demikian, kita pantas memekikkan semboyan kita: Sekali Di Udara Tetap Di Udara.

Dirgahayu Radio Republik Indonesia.

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles