Partisipasi Wali Murid Perkuat Literasi, Kalteng Watch Ingatkan Transparansi
Spektroom - Dukungan wali murid terhadap kegiatan literasi di MIN 2 Kota Palangka Raya mendapat apresiasi luas. Namun demikian, aspek transparansi tetap menjadi catatan penting agar partisipasi masyarakat tidak keliru dimaknai sebagai bagian dari mekanisme pengadaan atau anggaran madrasah.
Ketua Kalteng Watch, Ir. Men Gumpul, menegaskan bahwa kontribusi orang tua murid harus diposisikan secara jelas sebagai partisipasi sukarela, bukan bagian dari belanja sekolah.
“Ini murni partisipasi wali murid. Penting dicatat secara terbuka agar tidak disalahpahami sebagai pengadaan atau pengeluaran madrasah. Transparansi sejak awal justru melindungi sekolah dan orang tua,” tegas Men Gumpul kepada Spektroom Rabu, (28/01/2026).

Menurutnya, praktik baik seperti ini perlu dicontoh, dengan catatan administrasi dan pelaporan tetap rapi agar tidak menimbulkan tafsir keliru di kemudian hari.
Ketua Kalteng Watch ini juga mengingatkan, disamping untuk memotivasi kecintaan siswa untuk membaca juga untuk mengalihkan perhatiannya agar tidak terlalu banyak bermain Game Online. Karena bisa merusak mental siswa dan berakibat fatal mengakibatkan stres, defresi dan bahkan bisa gila. Sudah banyak korbannya ditayangkan di media sosial.
Dukungan tersebut datang dari orang tua murid Irtia Naziha Wilda Wardana (kelas V C) dan Nafisha Nurmaulidia (kelas II C), pemilik usaha Naznaf Donuts di Jalan Karet, Palangka Raya. Kontribusi diberikan dalam bentuk dua set piala untuk mendukung program Perpustakaan Award yang digagas Perpustakaan MIN 2 Kota Palangka Raya.

Penyerahan piala dilakukan langsung oleh ibunda murid kepada Kepala MIN 2 Kota Palangka Raya, Abdullah, usai upacara bendera di halaman madrasah dan disaksikan seluruh warga madrasah. Selanjutnya, piala diserahkan kepada Tim Pengelola Perpustakaan, Senin.
Kepala MIN 2 Kota Palangka Raya, Abdullah, menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak terkait dengan anggaran madrasah.
“Kami sampaikan terimakasih atas dukungan orang tua, saya tegaskan ini adalah bentuk partisipasi sukarela wali murid, tidak masuk dalam pengadaan atau pembiayaan madrasah. Semua dicatat secara terbuka dan digunakan khusus untuk kegiatan literasi,” ujarnya.
Program Perpustakaan Award merupakan salah satu inovasi literasi MIN 2 Kota Palangka Raya pasca diraihnya Akreditasi A oleh perpustakaan madrasah. Program ini bertujuan memberikan apresiasi kepada murid yang aktif berkunjung ke perpustakaan dan konsisten menumbuhkan budaya membaca. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada akhir Tahun Pelajaran 2025/2026. Selain piala, Naznaf Donuts juga memberikan bingkisan edukatif bagi murid penerima penghargaan.
Para guru menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai efektif memotivasi murid dan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi. Madrasah pun menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan serta berharap sinergi positif dengan wali murid dan masyarakat dapat terus berlanjut.
Dengan pendekatan transparan dan kolaboratif, Perpustakaan MIN 2 Kota Palangka Raya diharapkan tidak hanya menjadi ruang membaca, tetapi juga ruang pembentukan karakter literat yang sehat dan akuntabel. (Polin/R Heriyanto)