Pasar Tawangmangu, Surga Sayur Mayur Favorit Wisatawan
Karanganyar – Spektroom: Berwisata ke kawasan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, rasanya belum lengkap tanpa berburu oleh-oleh sayur mayur segar di Pasar Tawangmangu.
Daerah di lereng Gunung Lawu dengan panorama alam pegunungan yang indah dan udara sejuk ini juga menjadi penghasil aneka sayuran segar. Mulai dari wortel, brokoli, kembang kol, sawi, daun bawang, tomat, cabai, hingga berbagai jenis umbi-umbian dan buah-buahan tersedia melimpah dengan harga terjangkau.
Selain tersedia di kios-kios sekitar objek wisata, aneka hasil bumi tersebut juga dijual lengkap di Pasar Tawangmangu yang menjadi tujuan favorit wisatawan selepas berkunjung ke sejumlah destinasi wisata.
“Setiap berwisata ke Tawangmangu kami selalu mampir ke Pasar Tawangmangu. Rugi rasanya kalau tidak belanja sayuran segar di sini, karena murah dan lengkap. Pokoknya di sini surganya sayur mayur,” ungkap Armia, wisatawan asal Solo, kepada Spektroom, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, pilihan sayuran di Pasar Tawangmangu sangat beragam dengan kualitas segar langsung dari petani. Bahkan jika pandai menawar, wisatawan bisa mendapatkan harga yang sangat murah.
“Wortelnya murah. Tadi saya beli Rp20 ribu dapat satu plastik besar sekitar empat sampai lima kilogram. Selain wortel saya juga beli brokoli, kembang kol, dan kapri,” ujarnya.

Tidak sedikit wisatawan yang sengaja membeli paket sayuran siap masak yang sudah dikemas rapi untuk oleh-oleh keluarga. Paket tersebut biasanya berisi sayuran untuk sop maupun lodeh seperti kol, wortel, tomat, daun bawang, dan seledri.
“Cari sayuran segar yang murah-murah. Ini Rp10 ribu dapat tiga bungkus sayuran sop-sopan. Saya juga beli tempe asli Tawangmangu yang masih dibungkus daun pisang untuk oleh-oleh saudara,” tutur Anik, warga Palur, Karanganyar.
Sementara itu, Yanti, salah seorang pedagang sayur di Pasar Tawangmangu, mengatakan pasar tersebut buka setiap hari dan menjadi pusat grosir sekaligus pasar oleh-oleh hasil bumi khas lereng Gunung Lawu.
Menurutnya, sebagian besar sayuran yang dijual berasal langsung dari petani sekitar Tawangmangu sehingga kondisinya masih sangat segar.
“Kalau wisatawan biasanya suka beli yang sudah dikemas kecil-kecil. Ada paket sayuran sop dan lodeh, tiga bungkus Rp10 ribu. Ada juga kemasan dalam kroso bambu Rp5 ribu per bungkus,” jelasnya.
Selain sayuran, Yanti juga menjual tempe khas Tawangmangu yang masih dibungkus daun pisang dan cukup diminati wisatawan.
Ia mengaku aktivitas pasar sudah ramai sejak pagi untuk pembeli grosir, sedangkan wisatawan biasanya mulai berdatangan pada siang hingga sore hari, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Kalau akhir pekan lebih ramai lagi. Banyak wisatawan habis jalan-jalan terus belanja sayur buat oleh-oleh,” katanya.
Pasar Tawangmangu sendiri berjarak sekitar 39 kilometer dari Kota Solo atau sekitar satu jam perjalanan kendaraan. Selain menjadi pusat perdagangan hasil bumi, pasar ini kini juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata belanja favorit bagi para pengunjung kawasan wisata Tawangmangu. (Hy/Ciptati Handayani)