Peduli Flores Dilanda Gempa Diaspora Flores dari Rantau Galang Bantuan
Jakarta - Spektroom : Di tengah kabar duka akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepedulian masyarakat perantauan asal Flores di wilayah Jabodetabek diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. ‘Tim Aksi Peduli Gempa Flores’ menggelar konsolidasi final untuk mematangkan penggalangan sekaligus penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Kegiatan itu, berlangsung di Posko Penyaluran Bantuan, Kantor Badan Penghubung Pemerintah Provinsi NTT, Jakarta Selatan, Minggu sore (16/8/2026).
Ketua Tim Aksi Peduli Gempa Flores, Greg Upi Deo, mengatakan konsolidasi diperlukan agar seluruh proses penghimpunan hingga penyaluran bantuan berjalan transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Bantuan yang dihimpun tidak langsung disalurkan. Tim asesmen terlebih dahulu memetakan tingkat urgensi serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Dasar kami memberikan bantuan adalah hasil asesmen tim. Kami tidak serta-merta memberikan bantuan, tetapi melihat terlebih dahulu kebutuhan di lapangan,” katanya.
Hasil asesmen selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah daerah melalui Badan Penghubung NTT. Koordinasi tersebut penting untuk memastikan bantuan benar-benar sesuai kebutuhan sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih dengan bantuan dari pihak lain. Masyarakat yang ingin berdonasi memprioritaskan bantuan dalam bentuk dana, makanan yang tidak mudah rusak, obat-obatan, serta kebutuhan mendesak bagi anak-anak dan perempuan.
Setiap proses distribusi memiliki penanggung jawab atau person in charge (PIC). PIC bertugas memastikan bantuan diterima masyarakat yang memang membutuhkan sekaligus menjadi bagian dari mekanisme pertanggungjawaban penyaluran.
Tim juga membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendukung proses distribusi. Salah satunya dengan unsur TNI AU apabila terdapat kebutuhan pengiriman bantuan yang bersifat mendesak.
Posko yang disediakan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi NTT di Jakarta Selatan menjadi pusat kegiatan tim dalam melakukan koordinasi dan penggalangan bantuan.
Tim Aksi Peduli Gempa Flores juga mendesak pemerintah segera memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Tenda, selimut, makanan, serta kebutuhan kesehatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di tengah kondisi cuaca dingin.
Masyarakat luas untuk tidak ragu membantu warga terdampak, meski kondisi ekonomi saat ini tidak mudah. Bantuan sekecil apa pun tetap memiliki arti bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar setelah bencana.
Dari sebuah posko sederhana di Jakarta Selatan, kepedulian itu pun mulai bergerak menuju Flores membawa bantuan, doa, dan pesan kampung halaman tidak pernah benar-benar jauh dari hati mereka yang merantau.