Pegawai Fakultas Syariah UIN Palangka Raya Didorong Perkuat Integritas dan Kendali Diri di Bulan Ramadhan
Palangka Raya-Spektroom : Fakultas Syariah UIN Palangka Raya menggelar kegiatan pembinaan pegawai pada Selasa (10/3/2026) bertepatan dengan 20 Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Mahkamah Konstitusi Fakultas Syariah ini diikuti dosen dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan Habib Sayid Abdurrahman sebagai penceramah.
Pembinaan yang mengusung tema “Bersama Membangun Integritas Menuju ASN yang Profesional dan Berakhlak Mulia” tersebut menjadi momentum penguatan nilai spiritual sekaligus etika kerja bagi para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Fakultas Syariah.
Dalam tausiyahnya, Habib Sayid Abdurrahman mengingatkan bahwa Al-Qur’an menyebut umat Islam sebagai khairu ummah atau umat terbaik. Penyebutan itu bukan sekadar identitas, tetapi tanggung jawab untuk menjaga nilai moral dalam kehidupan.
“Umat terbaik memiliki tiga ciri utama, yakni menegakkan kebaikan (amar ma’ruf), mencegah kemungkaran (nahi munkar), dan beriman kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan para peserta.

Menurutnya, nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan perilaku ASN yang memiliki tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat. Integritas dan akhlak mulia menjadi kunci agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan sosial, seorang ASN kerap dihadapkan pada berbagai godaan yang dapat merusak integritas.
“Godaan itu bisa datang dari harta, jabatan, bahkan hubungan yang tidak semestinya. Ketika status sosial meningkat, sering muncul keinginan mengejar gaya hidup berlebihan atau jabatan dengan cara yang tidak benar,” jelasnya.
Karena itu, iman harus menjadi pengendali diri agar seseorang tidak terjerumus pada perilaku yang bertentangan dengan nilai agama.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan makna puasa Ramadhan sebagai latihan spiritual untuk menahan hawa nafsu. Puasa, kata dia, bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi sarana memperkuat iman dan membentuk ketakwaan.
“Mujahadah terbesar manusia adalah melawan hawa nafsunya sendiri. Puasa mengajarkan kita mengendalikan diri agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” tuturnya.
Di akhir ceramahnya, para peserta diajak melakukan muhasabah atau introspeksi diri terhadap kualitas ibadah yang dijalankan selama Ramadhan.
“Shalat yang diterima adalah yang mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Puasa yang diterima adalah yang membuat kita semakin bertakwa,” pesannya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan para pegawai Fakultas Syariah UIN Palangka Raya dapat semakin memperkuat integritas, meningkatkan kualitas spiritual, serta menjalankan tugas sebagai ASN yang profesional dan berakhlak mulia. (Polik N Wakhidah)