Pelabuhan Kijing Makin Ramai, Ekonomi Kalbar Ikut Bergerak
Spektroom – Suasana di Terminal Kijing sepanjang 2025 terasa makin hidup. Kapal datang silih berganti, truk keluar masuk kawasan pelabuhan, dan aktivitas bongkar muat hampir tak pernah benar-benar sepi.
Tentang Peningkatan Kinerja tersebut dipaparkan General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, didampingi Humasnya Yulianto Jumat (20/2/2026).
Tahun lalu, tercatat 741 kapal sandar di Kijing. Angka ini naik 15 persen dibanding 2024 yang mencapai 643 kapal.
Artinya, makin banyak perusahaan pelayaran yang percaya dan memilih Kijing sebagai pintu distribusi barangnya.
Mayoritas kapal yang datang adalah kapal domestik, sekitar 74,5 persen. Sisanya kapal internasional.
Setiap kapal yang merapat bukan cuma membawa muatan, tapi juga membawa dampak ekonomi.
Ada buruh pelabuhan yang bekerja, sopir truk yang mengangkut barang, sampai pelaku usaha lokal yang ikut merasakan perputaran ekonomi.
Dari sisi barang, pergerakannya juga cukup besar. Sepanjang 2025, curah cair yang dilayani mencapai 1,5 juta ton.
Curah kering 2,5 juta ton, dan general cargo 116 ribu ton. Untuk ekspor, CPO dan turunannya tembus 460.988 ton.
Sementara impor curah kering mencapai 392.181 ton. Ini menunjukkan Kijing makin penting sebagai jalur keluar masuk komoditas andalan Kalimantan Barat.
Perkembangan lainnya Akses menuju pelabuhan pun terus dibenahi. Progres relokasi jalan nasional ke kawasan terminal sudah mencapai 73,9 persen per awal Februari 2026 dan ditargetkan selesai Maret.
Jalan yang lebih baik tentu akan membuat distribusi makin lancar dan aman, ujar Yanto.

Memasuki 2026, Kijing juga bersiap melayani petikemas secara lebih optimal. Satu unit Quay Container Crane (QCC) dan dua Rubber Tyred Gantry (RTG) akan segera didatangkan.
Sebelumnya, fasilitas seperti Harbour Mobile Crane, reach stacker, head truck, dan chasis sudah tersedia.
Ia mengatakan kenaikan kunjungan kapal ini pertanda yang menunjukkan kepercayaan pengguna jasa terus tumbuh.
Pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, termasuk memastikan operasional petikemas berjalan maksimal.
Harapannya sederhana tapi besar: Terminal Kijing bisa menjadi gerbang ekspor-impor yang makin kuat, dan pada akhirnya ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat secara berkelanjutan, pungkasnya.