Trending

Pelajar SMP di Jakarta Selatan Dibekali Pemahaman Hukum Stop Bullying

Pelajar SMP di Jakarta Selatan Dibekali Pemahaman Hukum Stop Bullying
Suasana berlangsungnya, pembinaan pemahaman hukum bertajuk Stop Bullying dan Bahaya Narkotika di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). ( Foto: IIS/Spektroom).

Jakarta - Spektroom : Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan membangun persahabatan. Namun, perilaku perundungan hingga ancaman penyalahgunaan narkotika dapat mengganggu rasa aman pelajar.

Karena itu, pemahaman hukum sejak dini menjadi bekal penting agar remaja mampu menjaga diri sekaligus peduli terhadap keselamatan teman-temannya.
Sebanyak 70 pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Jakarta Selatan mengikuti pembinaan pemahaman hukum bertajuk Stop Bullying dan Bahaya Narkotika di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum, membentuk karakter, serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan maupun narkotika.

Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin menegaskan perundungan tidak dapat dianggap sebagai candaan biasa. Tindakan mengejek, mengucilkan, mengancam, melakukan kekerasan fisik, hingga mempermalukan teman melalui media sosial bisa menimbulkan dampak serius bagi korban.

Pencegahan perlu dilakukan melalui keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga para pelajar sendiri. Salah satu upaya yang telah dilakukan ialah peluncuran Gerakan Jaga Anak Jakarta Selatan Aman, Sehat, dan Berliterasi pada Juli 2026.

“Sebagai upaya nyata mendorong lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan, kami sudah meluncurkan Gerakan Jaga Anak Jakarta Selatan Aman, Sehat, dan Berliterasi pada Juli 2026,” ujarnya.

Pelajar diharapkan memahami cara mengenali perundungan, berani menolak perilaku negatif, serta melaporkan kejadian yang mereka saksikan kepada guru agar segera ditangani. Mereka juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkotika, termasuk kemungkinan penyebaran secara terselubung melalui media sosial.

Mukhlisin mengajak para siswa tidak tinggal diam ketika melihat situasi berbahaya di sekitarnya. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan juga diharapkan dapat dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolah dan anggota keluarga di rumah.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Kota Jakarta Selatan, Dedi Rohedi menjelaskan pembinaan hukum merupakan bagian penting dari pendidikan karakter dan pembentukan warga negara yang bertanggung jawab. Ia menilai persoalan perundungan, kekerasan, penyalahgunaan narkotika, serta pelanggaran etika digital perlu mendapat perhatian serius.

Masa remaja merupakan periode krusial dalam pembentukan kepribadian dan nilai moral. Pada tahap ini, pelajar mulai belajar mengambil keputusan secara mandiri, tetapi tetap membutuhkan pendampingan untuk mengendalikan emosi dan memahami konsekuensi dari setiap tindakan.

Melalui edukasi, pendampingan guru, keterlibatan orang tua, dan keberanian pelajar untuk melapor, upaya pencegahan diharapkan dapat berjalan berkelanjutan. Sekolah yang aman bukan hanya terbentuk dari aturan, melainkan juga dari kepedulian, rasa hormat, dan tanggung jawab bersama dalam melindungi masa depan generasi muda.

Berita terkait

Pemerintah Kabupaten Sleman Siapkan Anggaran Rp108 miliar untuk Perbaikan jalan

Pemerintah Kabupaten Sleman Siapkan Anggaran Rp108 miliar untuk Perbaikan jalan

Sleman-Spektroom : Anggaran tersebut diarahkan untuk mempercepat perbaikan jalan rusak, pemeliharaan rutin, hingga penggantian sejumlah jembatan. Berdasarkan data Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, jaringan jalan kabupaten yang menjadi kewenangan Pemkab Sleman mencapai 371 ruas dengan total panjang 733,67 kilometer. Dari hasil survei kondisi jalan tahun 2025, tingkat kemantapan jalan

Fatmawaty, Bian Pamungkas