Pelantikan IPSI Ketapang, Awal Langkah Baru Menuju Prestasi

Pelantikan IPSI Ketapang, Awal Langkah Baru Menuju Prestasi
Bupati Ketapang Alexander Wilyo selalu Ketua Umum IPSI Lantik pengurus IPSI Ketapang 2025-2029. (Foto : M.Saad)

Spektroom - Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang, Sabtu (7/2/2026), menjadi saksi momen penting bagi dunia pencak silat di Bumi Ale-ale.

Dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ketapang Masa Bakti 2025–2029 resmi dilantik.

Deretan tokoh hadir memenuhi ruangan. Mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, organisasi olahraga, hingga para sesepuh dan guru besar perguruan pencak silat.

Mereka menyatu dalam satu semangat: menjaga dan memajukan pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya bangsa.

Menyatu dalam kesatuan dengan IPSI Ketapang. (Foto: M.Saad)

Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., yang juga menjabat Ketua Umum IPSI Provinsi Kalimantan Barat.

Dengan lantang, Surat Keputusan Pengurus Provinsi IPSI Kalbar dibacakan, disusul pengucapan sumpah dan ikrar pengurus. Bendera pataka IPSI berpindah tangan sebuah simbol estafet tanggung jawab dan pengabdian.

Di balik prosesi formal itu, tersimpan cerita kebersamaan. Ketua IPSI Kabupaten Ketapang terpilih, H. Luhur Faraytodi, S.Sos., M.A.P., mendapatkan amanah secara aklamasi melalui Musyawarah Kabupaten IPSI pada Oktober 2025 lalu.

Kepercayaan penuh dari seluruh perguruan pencak silat menjadi fondasi kuat bagi kepengurusan baru.

Dalam sambutannya, Luhur tak menyembunyikan rasa haru.
Baginya, pencak silat bukan sekadar arena tanding, tetapi ruang pembentukan karakter disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan cinta budaya.

“IPSI harus menjadi rumah besar yang mempersatukan semua perguruan,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menegaskan komitmen pengurus untuk memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan, mendorong prestasi hingga level nasional, serta menjalin sinergi erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Kritik dan saran, menurutnya, adalah energi untuk bertumbuh.

Pesan senada disampaikan Bupati Ketapang. Ia mengingatkan bahwa dinamika pemilihan telah selesai, dan kini saatnya seluruh pengurus solid bergerak bersama. Kekompakan, kata dia, adalah kunci utama keberhasilan organisasi.

Bupati juga mendorong konsolidasi hingga tingkat kecamatan agar pembinaan berjalan merata.

Bahkan, ia menyampaikan harapan besar agar Ketapang suatu hari memiliki padepokan pencak silat representatif sebagai pusat pembinaan atlet, pelatih, serta wasit juri.

Pelantikan ditutup dengan doa dan foto bersama. Senyum, jabatan tangan, dan obrolan hangat mengalir menandai awal perjalanan baru IPSI Kabupaten Ketapang.

Harapan pun menguat: dari gelanggang lokal, lahir pesilat-pesilat tangguh yang kelak mengharumkan nama daerah dan bangsa.

Berita terkait

Jelang Usia 500 Tahun, Jakarta Perkuat Gerakan Pilah Sampah untuk Warisan Lingkungan Berkelanjutan

Jelang Usia 500 Tahun, Jakarta Perkuat Gerakan Pilah Sampah untuk Warisan Lingkungan Berkelanjutan

Jakarta - Spektroom: Menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen meninggalkan warisan yang membanggakan bagi generasi mendatang. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur modern, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Demikian dikatakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri acara apel siaga

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
Wapres Gibran Buka Pesparawi Nasional XIV, Kontingen Kalteng Siap Bawa Pesan Damai dari Bumi Tambun Bungai

Wapres Gibran Buka Pesparawi Nasional XIV, Kontingen Kalteng Siap Bawa Pesan Damai dari Bumi Tambun Bungai

Manokwari-Spektroom: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026). Dalam sambutannya, Wapres menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan dan perdamaian sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Menurutnya, pembangunan tidak hanya

Polin