Pelatihan Kerja Gratis Sebagai Strategis Memoles Kompetensi Warga Siap Bersaing Di Dunia Kerja

Pelatihan Kerja Gratis Sebagai Strategis Memoles Kompetensi Warga Siap Bersaing Di Dunia Kerja
Dinas Tenaga Kerja Depok, membuka pelatihan kerja gratis. (Foto: Dok. Disnaker)

Depok-Sprktroom : Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) resmi membuka kembali program pelatihan kerja gratis untuk tahun anggaran 2026.

Langkah tersebut diambil sebagai strategi untuk memoles kompetensi warga lokal agar siap bersaing di dunia kerja sekaligus menekan angka pengangguran.

"Fasilitas ini diberikan khusus bagi pemegang KTP Depok yang saat ini berstatus belum bekerja. Tahun ini disnaker kembali memfasilitasi pelatihan kerja gratis untuk masyarakat Kota Depok," jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, Nessi Anissa Hindari, Rabu (6/5/2026).

Dikatakan, pihaknya menaruh harapan besar agar program tersebut tidak hanya melahirkan pekerja yang handal tetapi juga melahirkan para wirausahawan baru di kota Depok.

Kepala bidang pelatihan produktivitas dan bina bina pelatihan kerja Disnaker Kota Depok Yani Lestari merinci kuota dan jenis ketrampilan yang bisa dipilih oleh masyarakat di antaranya Conten creator, Barista, perbengkelan roda dua dan menjahit. Dari rincian itu kouta yang disediakan untuk peserta pelatihan berjumlah 100 orang.

"Bagi masyarakat yang berminat untuk mengikuti oelatihsn kerja gratis harus memenuhi kriteria sebelum mendaftar yaitu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Depok, mempunyai Kartu AK-1 (Kartu Kuning), berusia minimal 18 tahun, tidak sedang menempuh pendidikan formal dan belum bekerja, jelas Yani"Pendaftaran dilakukan secara online melalui website simpel depok,go.id untuk pelatihan kerja, sedangkan untuk pendaftaran AK-1 dapat melalui ajogawe. depok.go.id dan untuk pendaftaran hingga akhir Mei 2026 " tutup Yani.

Berita terkait

Indonesia Berpeluang Rebut Posisi Strategis di Rantai Pasok AI Global

Indonesia Berpeluang Rebut Posisi Strategis di Rantai Pasok AI Global

Jakarta-Spektroom : Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil peran strategis dalam rantai pasok global kecerdasan artifisial, seiring kekuatan sumber daya mineral, energi, dan bonus demografi yang dimiliki. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan, perubahan global dalam industri semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI) membuka ruang bagi Indonesia untuk menentukan

Diah Utami, Rafles