Pelatihan Pengelolaan Sampah Pesantren: Langkah Nyata Kolaborasi Menuju Lingkungan Berkelanjutan

Pelatihan Pengelolaan Sampah Pesantren: Langkah Nyata Kolaborasi Menuju Lingkungan Berkelanjutan
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Jember yaitu dr SITI NURUL QOMARIYAH M.Kes (Foto Diskominfo Jember)

Spektroom - Upaya memperkuat edukasi dan pengelolaan sampah berbasis komunitas kembali mendapat dorongan besar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember Supri Handoko mengatakan, pihaknya menerima undangan resmi dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) untuk menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan Mainstreaming dan Training of Trainer (ToT) Pengelolaan Sampah Pesantren yang digelar di PP. Nurul Islam, Jalan Pangandaran No.48, Antirogo, Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Sabtu (15/11/2025).

“Undangan yang dikirim langsung oleh Direktur P3M, H. Sarmidi Husna, MA, itu menjadi bagian dari program lanjutan setelah suksesnya kegiatan Halaqah, launching buku, dan workshop pengelolaan sampah pesantren,” ungkapnya.

“Program ini merupakan kolaborasi strategis antara P3M dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap peningkatan kualitas lingkungan khususnya di wilayah pesantren,” tambahnya.

“Dua hari pelatihan, disiapkan menjadi ruang belajar intensif bagi para peserta, terutama para calon pelatih pengelolaan sampah di pesantren-pesantren seluruh Jember,” jelasnya.

Pada hari pertama yang digelar Sabtu (15/11/2025) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember, membawakan materi bertema “Program, Kebijakan, dan Kolaborasi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup.”

Di sesi ini, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Jember dr. Siti Nurul Qomariyah M.Kes, memaparkan berbagai strategi pemerintah daerah dalam mengelola sampah, mulai dari kebijakan teknis, pola kolaborasi lintas lembaga, hingga inovasi lapangan yang selama ini dijalankan di Jember.

“Materi ini diharapkan menjadi pondasi penting agar peserta memahami gambaran besar tata kelola sampah di tingkat daerah dan mampu mengadaptasikannya dalam lingkup pesantren,” paparnya.

Menurut Supri Handoko, menjadi pemateri seakan menegaskan kepercayaan masyarakat kepada DLH Jember sebagai mitra strategis dalam edukasi lingkungan.

Upaya meningkatkan kesadaran lingkungan hidup terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. memberi bantuan berupa alat komposter, dan tempat sampah, kepada sejumlah pondok pesantren di wilayah Jember.

Menurut Bupati Fawait, alat komposter ini sangat penting untuk mengelola sampah di pesantren yang jumlah santrinya cukup banyak. “Harapannya, alat ini dapat digunakan dengan baik agar pesantren bisa menjadi contoh nyata dalam pengelolaan sampah mandiri,” jelasnya. (Budi S)

Berita terkait