Pembangunan Jembatan Lopasir Dimulai, Akses Adisara-Karanglewas Ditargetkan Pulih Akhir 2026
Banyumas–Spektroom : Harapan masyarakat Desa Adisara dan Desa Karanglewas untuk kembali memiliki akses penghubung yang aman akhirnya mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Banyumas memulai pembangunan Jembatan Sungai Lopasir melalui peletakan batu pertama yang dilakukan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bersama anggota DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, Jumat (26/6).
Jembatan Lopasir sebelumnya mengalami kerusakan berat pada 24 November 2022 hingga akhirnya tidak lagi dapat difungsikan. Selama hampir tiga tahun, warga terpaksa mengandalkan jembatan darurat berbahan bambu dan kayu yang dibangun secara swadaya untuk mempertahankan aktivitas sehari-hari, meski memiliki risiko keselamatan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang pemerintah daerah yang terus mengupayakan berbagai langkah agar proyek dapat segera terealisasi.
"Selama kurang lebih tiga tahun kami melakukan berbagai upaya, mulai dari penanganan darurat, penyusunan perencanaan teknis, penyelidikan tanah, pengajuan berbagai sumber pendanaan hingga proses pengadaan yang sempat mengalami dinamika.
Alhamdulillah, hari ini kita memasuki tahap yang paling ditunggu, yaitu dimulainya pembangunan jembatan baru," ujarnya.
Menurut Sadewo, keberadaan Jembatan Lopasir sangat strategis karena menjadi penghubung utama antara Desa Adisara dan Desa Karanglewas. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan tersebut juga berperan penting dalam distribusi hasil pertanian, kegiatan perdagangan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas sosial masyarakat.
Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar sehingga jembatan bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sesuai target.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, menjelaskan proyek ini sebenarnya telah masuk dalam kegiatan strategis yang direncanakan melalui lelang dini pada Desember 2025. Namun, proses tersebut sempat mengalami gagal lelang sehingga harus dilakukan kembali pada April hingga Juni 2026.
Menurut Kresnawan, pembangunan jembatan memiliki pagu anggaran sebesar Rp8,9 miliar dengan nilai kontrak Rp6,2 miliar. Pekerjaan dilaksanakan selama 180 hari kalender, dimulai sejak 17 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 13 Desember 2026.
Kepala Desa Karanglewas, Dwi Noto Suhino, menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan Jembatan Lopasir menjadi salah satu penopang utama pergerakan ekonomi masyarakat.
"Mudah-mudahan jembatan ini nantinya dapat dipergunakan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya dan semakin mendukung aktivitas perekonomian warga," katanya.