Pembangunan RSUD hingga Puskesmas Baru di Manokwari Dapat Respons Positif Menkes
Manokwari-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Manokwari di bawah kepemimpinan Bupati Hermus Indou dan Wakil Bupati H. Mugiyono terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui rencana pembangunan dan penguatan fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas hingga laboratorium kesehatan masyarakat.
Keseriusan pemerintah daerah itu tercermin dari sejumlah usulan program prioritas yang diajukan kepada pemerintah pusat.
Program tersebut meliputi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang lebih representatif, penambahan puskesmas di beberapa distrik, serta pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat guna meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Usulan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan audiensi antara Bupati dan Wakil Bupati Manokwari dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta.
Pertemuan itu juga dihadiri jajaran terkait dari Pemerintah Kabupaten Manokwari.
Bupati Hermus Indou mengatakan, pemerintah daerah menyambut positif respons dari Kementerian Kesehatan terhadap rencana pembangunan tersebut.
Ia menyebut dukungan yang diberikan pemerintah pusat menjadi harapan baru dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Manokwari.
“Puji Tuhan, kami bersyukur karena usulan pembangunan RSUD mendapat dukungan dari Menteri Kesehatan untuk dilakukan renovasi mulai tahun 2027. Ini tentu menjadi langkah penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Hermus saat memberikan keterangan kepada media di Manokwari, Kamis (12/3/2026).
Meski demikian, Hermus menegaskan bahwa dukungan pembangunan tersebut juga disertai dengan catatan penting terkait tata kelola rumah sakit.
Pemerintah daerah diminta memastikan sistem manajemen pelayanan kesehatan berjalan lebih baik, termasuk melalui program pendampingan dari Kementerian Kesehatan.
Selain pembangunan RSUD, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan puskesmas baru serta Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
Menurut Hermus, Menteri Kesehatan menyarankan agar program tersebut diusulkan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dengan perencanaan anggaran yang rasional dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah distrik yang selama ini masih memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan.
Hermus menilai respons positif dari pemerintah pusat menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan sektor kesehatan di daerah mendapat perhatian serius.
“Jawaban dari pemerintah pusat melalui Menteri Kesehatan ini menjadi angin segar bagi percepatan peningkatan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Manokwari di masa mendatang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi geografis Kabupaten Manokwari yang memiliki wilayah cukup luas dengan persebaran penduduk yang tidak merata.
Kondisi tersebut selama ini menjadi tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.
Karena itu, pemerintah daerah berharap berbagai usulan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai persoalan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Manokwari. (Toni Teniwot)