Trending

Pembangunan RSUD Sedati Wujud Komitmen Pemerataan Layanan Kesehatan di Kabupaten Sidoarjo

Pembangunan RSUD Sedati Wujud Komitmen Pemerataan Layanan Kesehatan di Kabupaten Sidoarjo
Bupati Subandi bersama pejabat terkait meninjau proyek pembangunam RSUD di Sedati. (Foto: Fifin)

Spektroom - Pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo terus dilakukan. Tahun ini Pemkab Sidoarjo membangun RSUD di Sedati.

Bupati Sidoarjo H. Subandi saat meninjau progres pembangunan, Senin (22/9/2025) berharap pembangunan RSUD Sedati selesai tepat waktu. Selesai dibangun sesuai dengan berakhirnya kontrak pengerjaannya bulan Desember. Subandi minta pengerjaan dilakukan dengan sistem lembur sehingga selesai sesuai target.

“Ini (pembangunan RSUD Sedati) akan terus kita koreksi, mudah-mudahan dengan kehadiran Bupati dan semuanya tambah semangat lagi, dilembur atau apa,” ujar Subandi.

Bupati Subandi juga mengatakan dibangunnya RSUD Sedati sebagai wujud komitmen akan pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu mendekatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi warga Sedati dan sekitarnya.

Bupati Subandi ingin pembangunan RSUD Sedati dapat dikebut. Ia meminta target pembangunan yang tidak tercapai dapat dikejar. Pengerjaannya dapat dimaksimalkan disisa waktu tiga bulan ini.

“Visi dan misi Bupati ingin ada pelayanan yang bagus dirumah sakit ini “ucapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakshmie Herawati Yuwantina mengatakan kontrak pengerjaan proyek pembangunan RSUD Sedati terhitung mulai bulan Juli sampai Desember 2025.

Lakshmie juga menyampaikan selaku Pengguna Anggaran / PA Proyek Pembangunan RSUD Sedati, pihaknya bertanggung jawab penuh dalam progres pembangunan. Setiap Minggu progres pengerjaannya dievaluasi. Namun saat ini ada minus target progres pembangunannya sekitar 7 persen dari target 10 persen. Lakshmie meminta target tersebut dapat dikejar.

“Kami berharap kekurangan ini dapat dikejar oleh pelaksana supaya sesuai dengan waktu kontrak diawal, jika tidak maka ada prosedur-prosedur yang harus kami jalankan supaya pembangunannya dapat terlaksana sesuai target yang ditentukan,”ucapnya.

Lakshmie mengungkapkan anggaran pembangunan RSUD Sedati mencapai Rp. 51 milyar. RSUD Sedati sendiri berdiri diatas lahan seluas 5 ribu meter persegi dengan luas bangunan 4 ribu meter persegi.

Rencananya RSUD Sedati dibangun lima blok dengan gedung tiga lantai, dan merupakan Rumah Sakit Type D dengan 50 tempat tidur.

“Karena ini rumah sakit kelas D maka harus ada Empat pelayanan dasar yang kita siapkan, yakni Pelayanan Anak, Penyakit Dalam, Bedah, dan Obgyn,” pungkas Lakshmie. (Agus Suyono)

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP