Pembentukan Kelompok Dukungan Sebaya, Sekolah Jadi Garda Depan Pencegahan HIV/AIDS
Spektroom – Upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja terus diperkuat melalui pembentukan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) HIV di lingkungan sekolah.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran, pengetahuan, serta perilaku hidup sehat di kalangan siswa sejak usia dini.
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Ternate telah membentuk KDS HIV di tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP), yakni SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 7 Kota Ternate. Setiap sekolah melibatkan enam siswa terpilih yang dibekali pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan intensif yang difasilitasi oleh narasumber berkompeten.
Materi pelatihan mencakup kesehatan reproduksi remaja, HIV/AIDS, penguatan kapasitas remaja, serta pemberdayaan peran siswa sebagai edukator sebaya.
Untuk mendukung efektivitas edukasi, anggota KDS juga dibekali media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berupa lembar balik, buku saku, dan poster yang menggunakan bahasa lokal, sehingga pesan kesehatan dapat diterima dengan lebih mudah oleh teman sebaya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma kepada Spektroom Jumat (23/1/2026) mengatakan, pembentukan KDS HIV merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan kesehatan remaja. "Remaja adalah kelompok yang sangat strategis dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Melalui KDS HIV di sekolah, kita tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter remaja yang berani peduli, saling menjaga, dan mampu mengambil keputusan yang sehat bagi dirinya dan lingkungannya,” ujar dr. Fathiyah.
Ditegaskan bahwa KDS HIV tidak sekadar menjadi wadah edukasi, tetapi juga ruang aman bagi siswa untuk berdiskusi dan saling mendukung tanpa rasa takut maupun stigma. "Sekolah harus menjadi lingkungan yang ramah, inklusif, dan bebas stigma. KDS HIV berperan penting dalam menekan diskriminasi serta menumbuhkan empati dan sikap saling menghargai di kalangan pelajar,” ucapnya. Selain memberikan edukasi, KDS HIV juga memiliki peran dalam dukungan psikososial dasar, menjadi tempat berbagi yang aman bagi siswa, serta mengarahkan teman sebaya yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut kepada guru Bimbingan Konseling, tenaga kesehatan, maupun layanan rujukan terkait. Kolaborasi antara sekolah, Dinas Kesehatan, KPA, dan fasilitas layanan kesehatan menjadi kunci keberlanjutan program ini.
Dengan kehadiran KDS HIV di sekolah, diharapkan tercipta generasi muda Kota Ternate yang lebih berdaya, memiliki pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS, menerapkan perilaku hidup sehat, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang peduli kesehatan dan bebas stigma.