Trending

Pemerintah Daerah Harus Bekerja Keras Untuk Kendalikan Angka Inflasi Yang Melampaui Threshold Tertinggi

Pemerintah Daerah Harus Bekerja Keras Untuk  Kendalikan Angka Inflasi Yang Melampaui Threshold Tertinggi
Mendagri Tito Karnavian pimpin Rakor TPID & Penandatanganan Surat Edaran Bersama. (Foto Capture YouTube Kemendagri).

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID) Lampung mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026. TPID Provinsi Lampung mengikutinya dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung kompleks Kantor Gubernur Lampung.

TPID Provinsi Lampung mengikuti Rakor TPID dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Lampung. (Foto Spektroom).

Sementara Rakor TPID dipimpin Mendagri Tito Karnavian berlangsung di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. Dalam pengantarnya Tito mengevaluasi tingginya inflasi secara year on year di bulan September dibanding Agustus, terjadi peningkatan dari 3,19% ke 3,28%.

audio-thumbnail
Tito TPID Inflasi
0:00
/209.53898

"ini sudah mendekati titik yang penting bagi kita, yaitu threshold tertinggi yang ditarget pemerintah adalah 3,5%. Pemerintah pusat dan daerah harus bekerja keras untuk mengendalikan angka inflasi ini agar jangan sampai di atas 3,5%. Kalau di atas 3,5%, harga-harga naik, itu sangat terasa untuk masyarakat desil 1 & desil 2" ujar Tito Karnavian, Senin (12/10/2026).

Tito Karnavian mengilustrasikan bagi masyarakat termiskin, kenaikan komoditas seribu rupiah saja itu sudah sangat berpengaruh bagi mereka, namun tidak bagi kalangan menengah.

Tito juga menyampaikan untuk inflasi Month to Month, bulan Agustus ke September, juga mengalami peningkatan, dari 0,21% dibulan Agustus naik menjadi 0,30% dibulan September.

Penyumbang inflasi, secara month to month pada sektor makanan, minuman dan tembakau, 0,88%, sedangkan kelengkapan rumah tangga hanya menyumbang inflasi sebesar 0,18 %.

"Namun demikian penyumbang yang perlu diwaspadai, seperti cabai, daging ayam ras kemudian beras, dan telur ayam ras, jangan sampai menembus threshold 3,5%" tandas Tito berpesan.

Sementara diforum yang sama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan tunggiinnya inflasi di bulan September.

Menurutnya Inflasi bulan ke bulan sebesar 0,30% pada September 2026, dipicu oleh komoditas Cabai Rawit dan Cabai Merah yang sedang mengalami tekanan inflasi.

"Inflasi month to month di bulan Agustus 2026 untuk cabai rawit 6,47%, tetapi di bulan September ini tekanan inflasinya meningkat menjadi 24,93%. Sehingga memberikan andil inflasi m-t-m nya sebesar 0,08 % dan cabai merah mengalami tekanan inflasi 16,77 %, namun untuk daging ayam ras mulai menurun sedangkan beras masih ada kenaikan tipis, sementara telur ayam ras yang juga naik ditingkat konsumen." Ujar Adininggar merinci.

Amalia Adininggar juga menjelaskan BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) inflasi di bulan September 2026 berdasarkan komponen baik inti harga diatur pemerintah ataupun bergejolak maka tekanan inflasi ini paling banyak berasal dari harga bergejolak.

"Karena kalau kita lihat harga diatur pemerintah sudah relatif stabil dan kemudian tekanan dari inflasi inti juga sudah relatif mereda, karena harga emas sudah terkoreksi. Tetapi yang mungkin kita lihat saat ini adalah karena adanya tekanan inflasi dari kelompok komponen harga bergejolak" ujar Adininggar menutup paparannya.

Sekedar informasi, Rakor TPID tersebut didahului dengan Penandatanganan Surat Edaran Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri Tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana Serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian Dalam Rangka Swasembada Pangan Berkelanjutan. (@Ng).

Berita terkait

Jateng Atur Pola Tanam dan Pangkas Rantai Pasok untuk Kendalikan Harga Pangan

Jateng Atur Pola Tanam dan Pangkas Rantai Pasok untuk Kendalikan Harga Pangan

Ungaran-Spektroom : Ancaman El Nino dan ketidakseimbangan pasokan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga harga pangan tetap terjangkau. Pengaturan pola tanam, penguatan produksi, serta pemangkasan rantai distribusi ditempuh untuk mengantisipasi lonjakan harga beras, cabai, jagung, daging ayam ras, dan telur. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pengendalian inflasi

Karindra, Bian Pamungkas