Pemkab 50 Kota dan Balai POM di Payakumbuh Perangi Pangan Berbahaya Lewat Advokasi Program Germas SAPA
Sarilamak-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama lintas sektor melaksanakan rapat advokasi Program GERMAS SAPA (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman), Rabu (11/3/2026) di Ruang Rapat Kantor Bupati Lima Puluh Kota.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penguatan sinergi dan komitmen bersama untuk menjalankan tiga program utama GERMAS SAPA, yakni Desa Pangan Aman, Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah), serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PABBK).
Rapat advokasi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha,SH didampingi Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan di Payakumbuh Dio Ramondrana. S.Si.M.Sc
Pertemuan diikuti sebanyak 27 peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), lintas sektor, serta perwakilan media, termasuk dari LPP RRI Bukittinggi.
Sebelumnya, pada Senin (23/2/2026), telah dilaksanakan audiensi bersama OPD terkait yang menghasilkan kesepakatan lokasi (lokus) pelaksanaan program GERMAS SAPA di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Untuk Program Desa Pangan Aman, lokus yang disepakati berada di Nagari Koto Tangah, Batu Ampa. Sementara Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas akan dilaksanakan di Pasar Danguang-Danguang.
Adapun untuk Program SAPA Sekolah atau Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan, lokus pelaksanaannya ditetapkan di empat sekolah, yaitu SDN 04 Sarilamak, SMP Negeri 1 Harau, MTsN 3 Kabupaten Lima Puluh Kota, dan SMAN 1 Guguak.
Dalam pertemuan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi terkait kebijakan GERMAS SAPA yang mencakup Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi pemetaan program dari masing-masing lintas sektor yang dapat diintegrasikan dalam pelaksanaan GERMAS SAPA.
Diskusi tersebut sekaligus menyusun rencana pelaksanaan kegiatan serta merumuskan rekomendasi untuk menjaga keberlanjutan program di daerah.
Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesadaran terhadap pangan aman sejalan dengan program pembangunan daerah, salah satunya melalui penguatan city branding Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Kesadaran pangan ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, yaitu city branding. Pangan tidak hanya persoalan perut, tetapi juga bagaimana kita mempersiapkan generasi yang lebih baik di masa depan serta menciptakan generasi unggul melalui pangan yang sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai POM di Payakumbuh Dio Ramondrana, menegaskan bahwa kegiatan advokasi ini menjadi momentum untuk menggalang komitmen lintas sektor dalam mewujudkan keamanan pangan terpadu di daerah.
Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat penting agar program GERMAS SAPA dapat berjalan efektif dan menjadi contoh pembelajaran dalam penguatan sistem keamanan pangan berbasis masyarakat.
Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Program GERMAS SAPA, pengisian formulir keterpaduan program, serta sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sadar pangan aman di Kabupaten Lima Puluh Kota. (Rita)