Trending

Pemkab Bogor Perkuat Program Kesehatan Untuk Imunisasi Bayi dan Anak

Pemkab Bogor Perkuat Program Kesehatan Untuk Imunisasi Bayi dan Anak
Tim.Kesehatan pemkab Bogor sukses meraih penghargaan imunisasi terbaik di tingkat propinsi jabar, jumat (9/10/2026). (foto sie humas kesehatan pemkab Bogor).

Bogor-Spetroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat pemanfaatan data dan pencatatan program kesehatan untuk mendukung percepatan imunisasi bayi dan anak. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memantau cakupan pelayanan, mengidentifikasi sasaran yang belum mendapatkan imunisasi, serta mendorong pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Komitmen tersebut mengantarkan Kabupaten Bogor meraih penghargaan sebagai kabupaten dengan kenaikan cakupan imunisasi terbaik pertama dalam Gerakan Bersama Akselerasi Imunisasi (GEBER AKSI) berdasarkan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) Tahun 2026 di Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, dalam kegiatan Pertemuan Evaluasi dan Apresiasi Capaian Gerakan Bersama Akselerasi Imunisasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Bandung, jum'at (9/10/2026).

Selain penghargaan tingkat kabupaten, Kabupaten Bogor juga meraih dua penghargaan lainnya, yakni Puskesmas Pabuaran Indah sebagai puskesmas dengan kenaikan cakupan imunisasi terbaik pertama dan Posyandu Nusa Indah, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, sebagai tim Posyandu dengan kenaikan cakupan imunisasi terbaik pertama.

"Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Penguatan pelayanan, pencatatan, dan pemantauan sasaran menjadi bagian dari upaya memastikan bayi dan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal," Jelas Kadis Kesehatan Pemkab Bogor, Fusia Mediawaty, Jumat (9/10/2026).

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Bogor. Kami tidak ingin capaian ini berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi momentum untuk terus memperkuat pelayanan dan memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi,” Kata Fusia

Data dan pencatatan yang baik mendukung evaluasi pelaksanaan program sekaligus membantu jajaran kesehatan menentukan tindak lanjut pelayanan bagi sasaran yang belum mendapatkan imunisasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, serta dukungan masyarakat.

Berdasarkan hasil pelaksanaan program imunisasi hingga Agustus 2026, Kabupaten Bogor mencatat cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi sebesar 63,4 persen. Sementara itu, cakupan Imunisasi Baduta Lengkap tercatat sebesar 61,3 persen.

Capaian penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan cakupan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan imunisasi. Langkah yang dilakukan meliputi penguatan pelayanan di Puskesmas dan Posyandu, pelacakan sasaran yang belum mendapatkan imunisasi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader, perbaikan pencatatan dan pelaporan, serta edukasi kepada masyarakat.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas program. Target kita bukan hanya meningkatkan angka cakupan, tetapi memastikan imunisasi benar-benar menjangkau seluruh sasaran, terutama anak-anak yang berada di wilayah dengan cakupan rendah,” Ungkap Fusia.

Berita terkait