Pemkab Jember Perkuat Home Care, Lengkapi Akses Kesehatan Gratis melalui UHC Prioritas
Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember, bersama Pemerintah Kecamatan Sumberjambe serta Puskesmas Sumberjambe memperkuat koordinasi pelaksanaan Home Care Jember, pada Jumat (09/10/2026).
Kegiatan yang diawali dengan koordinasi di Puskesmas Sumberjambe tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, terutama warga yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Home Care merupakan salah satu bentuk pelayanan yang melengkapi program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas Kabupaten Jember. Melalui UHC Prioritas, masyarakat yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh akses layanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Sementara itu, Home Care menghadirkan pendekatan berbeda dengan mendatangi langsung warga yang masuk kriteria sasaran dan membutuhkan pelayanan di rumah. Sasaran Home Care meliputi ibu hamil risiko tinggi, balita stunting usia 0–24 bulan, lansia terlantar atau lansia dengan Kartu Keluarga (KK) tunggal yang memenuhi kriteria, warga tidak mampu dengan penyakit kronis atau sakit berkepanjangan, penyandang disabilitas dengan kondisi tertentu, serta tokoh agama atau pengasuh pondok pesantren yang memenuhi ketentuan program.
Camat Sumberjambe, Umar Faroek, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pelayanan dapat diberikan secara tepat sasaran. Pemerintah kecamatan berperan dalam mendukung pendataan dan penyampaian informasi warga yang membutuhkan, sedangkan unsur kesehatan memberikan pemeriksaan serta tindak lanjut sesuai kondisi penerima manfaat.
“UHC Prioritas memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, sedangkan Home Care membantu menjangkau warga yang memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan. Karena itu, koordinasi antara kecamatan, puskesmas, dan Bakesbangpol perlu terus diperkuat agar warga yang memenuhi kriteria dapat teridentifikasi dan memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya,” ujar Faroek.
Melalui koordinasi tersebut, pelaksanaan Home Care diharapkan semakin terarah, mulai dari pemutakhiran data sasaran, kesiapan petugas, hingga penanganan lanjutan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian medis lebih serius. Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan program kesehatan daerah dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. (budi)