Pemkab Jember: Teguhkan Komitmen Wujudkan Santri Anti Narkoba, Tangguh, Sehat Jiwa dan Raga

Pemkab Jember: Teguhkan Komitmen Wujudkan Santri Anti Narkoba, Tangguh, Sehat Jiwa dan Raga
Sejumlah narasumber pada acara Indonesia Tanpa Narkoba: Santri Tangguh, Bersih Narkoba, Sehat Jiwa dan Raga, serta Sadar Hukum. (Foto: Diskominfo Jember)

Spektroom - Gerakan pencegahan narkoba kembali digelorakan melalui kegiatan Santri Bersinar (Santri Bersih dari Narkoba) yang digelar di Gedung Larizo Balung. hadirkan 120 santriwan dan santriwati se-Kecamatan Balung, Jember Jawa Timur dengan mengusung tema: “Indonesia Tanpa Narkoba: Santri Tangguh, Bersih Narkoba, Sehat Jiwa dan Raga, serta Sadar Hukum.” Selasa (25/11/2025) Kegiatan ini diinisiasi sebagai wadah edukasi bagi para santri agar memahami bahaya narkoba sekaligus memperkuat nilai-nilai agama, akhlak, dan kesadaran hukum. Harapannya, santri tidak hanya menjadi generasi yang berpengetahuan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan pesantren dan masyarakat dari ancaman narkotika. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah narasumber dan pejabat terkait, antara lain: 1. Mega Wulandari, S.STP, Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Ormas Bakesbangpol Jember. 2. Iptu Enol Wibisono, S.H, Kaurbinops Resnarkoba Polres Jember sebagai Narasumber 1. 3. Gogot Cahyo Baskoro, Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) sebagai Narasumber 2. 4. DR. H. A. Mustain Billah, S.Ag., MPd.I, Kasi PD Pontren Kemenag Jember sebagai Narasumber 3. 5. Jajaran Muspika Kecamatan Balung. Dalam sambutannya, Mega Wulandari, S.STP, Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Ormas Bakesbangpol Jember. menegaskan bahwa Santri Bersinar diharapkan dapat meningkatkan pemahaman santri mengenai bahaya narkoba sekaligus membentuk karakter unggul. DR. H. A. Mustain Billah dalam materinya menekankan peran penting pendidikan akhlak di pesantren sebagai benteng utama melawan penyalahgunaan narkoba. “Akhlak dan agama merupakan pondasi yang sangat kuat dalam pencegahan narkoba,” ungkapnya. Sementara itu, Iptu Enol Wibisono memberikan penyuluhan mendalam mengenai jenis-jenis narkoba, efek adiktif, serta dampak psikologis dan sosial bagi penggunanya. “Meski awal penggunaan narkoba bisa membuat penggunanya merasa tenang, dampak tersebut hanya bersifat sementara. “Dalam jangka panjang, narkoba merusak mental, meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, hingga serangan panik. Lebih dari itu, penggunaan narkoba membawa konsekuensi hukum yang sangat berat. Santri harus menjauh sejauh-jauhnya dari narkoba,” tegasnya. Materi kemudian dilanjutkan oleh Gogot Cahyo Baskoro yang menjelaskan kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan peredaran narkoba, termasuk penguatan program pencegahan di lingkungan pondok pesantren. “Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan, terutama pesantren. Lingkungan pesantren harus menjadi zona aman dari peredaran narkoba,” jelasnya.

Berita terkait

Disambut Gubernur Aceh, Relawan Unesa Salurkan Bantuan dan Beri Psikososial Hingga Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir.

Disambut Gubernur Aceh, Relawan Unesa Salurkan Bantuan dan Beri Psikososial Hingga Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir.

Spektroom - Tim relawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog, konselor, dan ahli kebugaran memberikan layanan psikososial dan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana banjir di sejumlah Posko Pengungsian Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Tim Unesa yang dipimpin Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategi (PPIS), Mutimmatul

Agus Suyono, Buang Supeno
Pemprov Lampung Tetap Komitmen Perjuangkan Kesetaraan Hak  Penyandang Disabilitas

Pemprov Lampung Tetap Komitmen Perjuangkan Kesetaraan Hak Penyandang Disabilitas

Spektroom - Wakil Gubernur Jihan Nurlela selaku Ketua Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL), menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperjuangkan kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam aspek aksesibilitas lapangan pekerjaan. Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan Nurlela saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025

Anggoro AP