Pemkab Mimika Lakukan Koordinasi Lintas Sektor Atasi Anak Terlantar

Pemkab Mimika Lakukan Koordinasi Lintas Sektor Atasi Anak Terlantar
Suasana kegiatan koordonasi lintas sektor penjangkauan anak terlantar di.Mimika( foto:doc.sekdinsos mimika).

Mimika-Spektroom : Penanganan anak terlantar merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan melalui pendekatan lintas sektor, sehingga diperlukan adanya satu pemahaman dalam keterpaduan kerja,agar tepat sasaran dan tepat manfaat.

Guna mewujudkan pemahaman dan keterpaduan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial menggelar kegiatan Koordinasi Lintas Sektor Penjangkauan Anak Terlantar di Hotel Grand Tembaga, Senin 22 Juni 2026.

Kegiatan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah distrik dan kelurahan, kader anak, serta instansi terkait guna memperkuat sinergi dalam penanganan anak-anak terlantar di Kabupaten Mimika.

Pengarahan sekretaris dinas sosial mimika,saat kegiatan koordonasi lintas sektor penjangkauan anak terlantar. (foto: doc.sekdinsos mimika).

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Amelia C. Samaran, mengemukakan, pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam menjangkau serta menangani anak-anak yang mengalami keterlantaran akibat berbagai faktor, seperti kesulitan ekonomi, perceraian orang tua, maupun persoalan sosial lainnya.

Dikemukakannya, penanganan anak terlantar merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan melalui pendekatan lintas sektor.

"Dalam kegiatan koordinasi ini kami mengundang Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, pemerintah distrik dan kelurahan, serta kader anak yang selama ini aktif melakukan pendataan dan pendampingan di lapangan. Kader anak memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk mengidentifikasi anak-anak putus sekolah maupun anak terlantar yang memerlukan pelatihan," ujar Amelia.

Dinas Sosial ungkapnya, berencana memberikan legalitas berupa surat keputusan (SK) kepada para kader anak. Selama ini para kader bekerja secara sukarela tanpa payung hukum yang jelas, sehingga sering mengalami kendala saat melakukan pendataan di masyarakat. Dengan adanya SK, diharapkan kader anak dapat lebih mudah diterima masyarakat dan memperoleh dukungan dalam menjalankannya.

Menyinggung data anak terlantar, Amelia menyampaikan bahwa berdasarkan data yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial pada tahun lalu terdapat sekitar 205 anak terlantar di Kabupaten Mimika, namun dalam pertemuan tersebut, Distrik Mimika Baru menyampaikan adanya sekitar 7.000 data anak terlantar yang masih perlu dioperasikan.

"Pemerintah akan melakukan sinkronisasi dan pencocokan data bersama seluruh pihak terkait agar intervensi program dilakukan tepat sasaran dan didukung oleh data yang valid,"tambahnya.

Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting agar setiap instansi mengambil peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam menangani permasalahan sosial tersebut.

Berita terkait

Empat Dosen UNUKASE Lolos Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026 Paragon

Empat Dosen UNUKASE Lolos Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026 Paragon

Banjar-Kaksel–Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak empat Dosen UNUKASE berhasil lolos sebagai peserta Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026 yang diselenggarakan oleh Paragon. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Dosen UNUKASE dalam meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Inspiring Lecturer

Junaidi, Bian Pamungkas
Bank Kalsel Sandang Status Bank Devisa, Buka Akses Ekonomi Kalsel ke Pasar Global

Bank Kalsel Sandang Status Bank Devisa, Buka Akses Ekonomi Kalsel ke Pasar Global

Banjarmasin-Spektroom : Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. menyambut gembira kehadiran Bank Kalsel sebagai Bank Devisa yang memberikan dampak besar bagi penguatan ekonomi daerah dan pengembangan sektor usaha berorientasi ekspor. “Banyak peluang yang bisa dikembangkan dengan menjadi Bank Devisa. Ini tentu akan membantu pelaku UMKM ekspor agar bisa lebih berkembang,” ujar Muhidin.

Junaidi, Bian Pamungkas