Pemkab Pasbar Tampung Aspirasi Dokter Spesialis, Layanan RSUD Kembali Normal

Pemkab Pasbar Tampung Aspirasi Dokter Spesialis, Layanan RSUD Kembali Normal
Suasana pertemuan Bupati Yuliantondengan para Dokter Spesialis RSUD Pasaman Barat. (Foto: Diskominfo Pasbar)

Pasaman Barat-Spektroom : Pelayanan dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat dipastikan kembali normal mulai Kamis, (4/6/2026).

Bupati Pasaman Barat Yulianto menyampaikan kepastian tersebut usai memimpin pertemuan dengan para dokter spesialis di kediamannya, Rabu 3 Juni 2026 sore. Pertemuan juga dihadiri Sekretaris Daerah Doddy San Ismail dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kita telah mengadakan pertemuan dengan para dokter spesialis. Alhamdulillah sudah diperoleh solusi atas permasalahan yang terjadi. Pelayanan kepada masyarakat akan kembali dibuka mulai besok,” kata Yulianto.

Menurut Yulianto, pemerintah daerah berkomitmen mencarikan solusi atas tuntutan dokter spesialis terkait pemberian insentif dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menegaskan skema pemberian tambahan penghasilan harus sesuai regulasi dan tidak boleh menimbulkan penerimaan ganda.

“Untuk insentif akan kita sesuaikan dengan aturan yang ada. Yang jelas, penerimaan ganda tidak diperbolehkan. Harus memilih antara remunerasi atau TPP,” tegasnya.

Yulianto menjelaskan, Pemkab Pasaman Barat akan mengkaji perubahan Peraturan Bupati yang mengatur mekanisme pemberian insentif bagi dokter spesialis. Kajian tersebut juga akan mempertimbangkan praktik yang diterapkan di daerah lain.

“Kita akan mempelajari teknisnya ke kabupaten dan kota lain yang telah menerapkan kebijakan insentif bagi dokter spesialis. Yang terpenting, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tenaga medis, khususnya dokter spesialis berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), memiliki tanggung jawab moral dan profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai tugas dan jam kerja yang telah diatur.

Bupati berharap para dokter spesialis terus mengutamakan pelayanan di RSUD Pasaman Barat. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat dan pendapatan rumah sakit, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan.

Sebelumnya, sekitar 17 dokter spesialis di RSUD Pasaman Barat menghentikan layanan pada Rabu, 3 Juni. Aksi itu mengakibatkan terganggunya pelayanan kesehatan dan dipicu oleh tuntutan terkait skema pemberian insentif.

Melalui pertemuan yang difasilitasi pemerintah daerah, kedua belah pihak akhirnya mencapai titik temu sehingga pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan normal.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Zulfi Agus, Kepala Dinas Kesehatan Gina Alecia, Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Yosmar Difia, serta Direktur RSUD Pasaman Barat dr. Jelli Isma Syartika.

Berita terkait

PSN Blok Masela buka lapangan kerja Bawa Kesejahteraan Nyata Bagi Warga Tanimbar

PSN Blok Masela buka lapangan kerja Bawa Kesejahteraan Nyata Bagi Warga Tanimbar

Ambon-Spektroom: Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang berlokasi di wilayah perairan dan daratan Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, diproyeksikan menjadi penggerak utama kemajuan ekonomi dan peningkatan taraf hidup bagi masyarakat setempat. Harapan ini semakin menguat seiring dengan berbagai persiapan yang terus berjalan menuju tahap pelaksanaan pembangunan. Akhir-akhir ini, kehadiran tim

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Usai di data BPS,Wakil Bupati Gowa ajak warga berpartisipasi dalam sensus ekonomi 2026

Usai di data BPS,Wakil Bupati Gowa ajak warga berpartisipasi dalam sensus ekonomi 2026

Gowa - Spektroom : Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Gowa untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menerima kedatangan petugas dan memberikan data yang akurat serta sesuai kondisi sebenarnya. Ajakan tersebut disampaikan Darmawangsyah usai mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan petugas Badan Pusat Statistik (BPS)

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti