Pemkab Ponorogo Rekonstruksi Rumah Korban Tanah Longsor
Spektroom - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo merekonstruksi rumah Marjuki yang lenyap tertimbun material longsor pada 19 November 2025 dan merehabilitasi rumah Jemirin yang mengalami rusak berat. Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita menyerahkan langsung bantuan hunian baru bagi keluarga Marjuki dan Jemirin warga desa Wagir Kidul kecamatan Pulung itu, Selasa (30/12/2025). Pembangunan dua rumah terdampak bencana longsor itu berasal dari belanja tidak terduga (BTT) dan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengatakan, rekonstruksi dan rehabilitasi rumah terdampak bencana itu sebagai wujud kepedulian pemkab Ponorogo terhadap korban bencana.
“Rekonstruksi dan rehabilitasi rumah ini merupakan bentuk kehadiran serta kepedulian Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.
Dia juga mengapresiasi gerak cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo dan tim gabungan dalam menangani bencana tanah longsor di Desa Wagir Kidul. Selama Oktober hingga Desember 2025 di wilayah Ponorogo terjadi 62 bencana. Dari jumlah itu, 40 diantaranya atau sekitar 64 persen adalah bencana tanah longsor.
Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun menyebutkan, selain tanah longsor, bencana banjir dan angin kencang juga pernah menghampiri Ponorogo.
“Selain longsor, ada 16 kejadian cuaca ekstrem berupa angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang di jalan, serta sekitar enam kejadian banjir luapan.” ungkap Masun.
Pihaknya juga mencatat 43 rumah warga rusak dampak puluhan bencana alam yang terjadi selama musim hujan itu. Rinciannya, 17 rumah rusak ringan, 16 rusak sedang, 10 rusak berat, dan dua rumah dinyatakan rusak total. Kerusakan paling parah adalah dua rumah terdampak longsor di Desa Wagir Kidul.