Pemko Batam dan BP Batam Tangani 163 Titik Banjir
Batam - Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat koordinasi penanganan banjir dengan menyinkronkan data, pembagian wilayah kerja, dan langkah tindak lanjut di lapangan.
Koordinasi dipimpin Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dalam Rapat Koordinasi Antisipasi dan Pengendalian Banjir Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (1/10/2026).
Tercatat 167 titik banjir di Kota Batam yang masuk dalam peta penanganan. Dari jumlah tersebut, 33 titik menjadi tanggung jawab BP Batam, sedangkan titik lainnya ditangani Pemerintah Kota Batam.
Amsakar mengatakan penanganan banjir merupakan bagian dari 15 program prioritas pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Batam. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Cerita soal banjir ini menjadi bagian dari program prioritas kami. Kami sengaja mengumpulkan rekan-rekan teknis untuk memperbincangkan 4 hal kunci: identifikasi titik prioritas, pemetaan kondisi yang ada, sinkronisasi pembagian tugas antara Pemko dan BP Batam, serta langkah konkret tindak lanjutnya. Yang paling penting dari pertemuan hari ini adalah rencana aksi dan tindak lanjut nyata di lapangan,” tegas Amsakar.
Ia meminta camat dan lurah terus memperbarui pemetaan kondisi banjir di wilayah masing-masing secara akurat. Data selanjutnya disampaikan kepada dinas teknis sebagai dasar penyusunan perencanaan dan penganggaran.
Pentingnya pembagian wilayah kerja yang jelas antara Pemko Batam dan BP Batam. Dengan pembagian tersebut, penanganan di lapangan diharapkan tidak tumpang tindih ataupun menyisakan wilayah yang belum tertangani.

Salah 1 lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Bengkong Swadebi. Kawasan tersebut sempat menjadi perhatian setelah kendaraan terseret arus saat hujan dengan intensitas tinggi.
Bengkong Swadebi merupakan kawasan yang relatif rendah dan menjadi titik temu aliran air dari 3 wilayah. Salah 1 aliran dengan debit terbesar berasal dari kawasan Cahaya Garden.
Untuk mengatasi Pemko Batam bersama BP Batam menyepakati pembangunan kolam retensi dan rumah pompa di bagian hilir. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menampung sekaligus mengatur aliran air secara lebih terintegrasi.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menekankan pentingnya evaluasi berkala dan penyamaan data sebagai dasar penanganan banjir. Kondisi wilayah terus berubah seiring perkembangan permukiman sehingga data penanganan harus terus diperbarui.
Penanganan kawasan permukiman padat yang berada di wilayah cekungan akibat perkembangan pembangunan sebelumnya membutuhkan proses serta intervensi teknis yang matang.