Trending

Pemko Tanjungpinang Matangkan Kesiapan Lahan dan Legalitas KNMP di 5 Lokasi

Pemko Tanjungpinang Matangkan Kesiapan Lahan dan Legalitas KNMP di 5 Lokasi
Rapat Koordinasi Percepatan KNMP, dipimpin Walikota TanjungpinangLis Darmansyah(Prokompim)

Tanjungpinang – Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang tengah mempercepat persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima lokasi yang telah disetujui pemerintah pusat. Program ini dirancang sebagai kawasan terintegrasi dari hulu hingga hilir yang menghubungkan nelayan, koperasi, dan pasar dalam satu ekosistem perikanan modern.

Percepatan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Jumat (18/9/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungai Liat Bangka, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, serta pihak vendor atau kontraktor pembangunan. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan KNMP, khususnya menyangkut kelengkapan persyaratan legalitas, status dan ketersediaan lahan, kebutuhan sarana prasarana, serta kesiapan pengelolaan di lima lokasi usulan. Dalam arahannya, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan KNMP harus tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku dan mempersiapkan seluruh aspek pendukung secara matang. “Percepatan bukan berarti mengabaikan tahapan yang harus dipenuhi. Justru semua persyaratan harus kita pastikan sejak awal, terutama legalitas lahan, kesesuaian kawasan, dukungan pemerintah daerah, serta kesiapan pengelolanya,” ujar Lis Darmansyah.

Foto Prokompim

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas fisik KNMP harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kawasan agar memberikan manfaat langsung bagi aktivitas perekonomian masyarakat nelayan setempat.

"Setelah fasilitas dibangun, harus ada keberlanjutan pengelolaannya. Karena itu, Koperasi Nelayan Merah Putih yang nantinya mengelola harus dipersiapkan dengan baik agar fasilitas yang dibangun benar-benar produktif," kata Lis. Adapun lima lokasi yang diusulkan dan telah mendapat persetujuan pemerintah pusat meliputi: Kampung Bugis, Tanjung Sebauk, Tanjung Siambang, Pulau Penyengat, Kampung Kolam. Proyek pembangunan KNMP di lima kawasan tersebut direncanakan mulai memasuki tahap pelaksanaan fisik pada akhir tahun 2026.

Berita terkait

Buka Festival Literasi, Riyanda Putra Dorong Literasi Jadi Penggerak Kreativitas Sawahlunto

Buka Festival Literasi, Riyanda Putra Dorong Literasi Jadi Penggerak Kreativitas Sawahlunto

Sawahlunto-Spektroom : Festival Literasi Kota Sawahlunto 2026 resmi mengawali rangkaian kegiatan literasi di Perpustakaan Umum Muhammad Yamin, Kecamatan Talawi, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 16 Oktober itu mengusung tema “Literasi Menghidupkan Sawahlunto, Kreativitas Menggerakkan Masa Depan.” Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi pegiat literasi, pelajar, komunitas seni,

Riswan Idris, Rafles
ADLG Awards 2026, Pengakuan Atas Kepemimpinan Sekda Dalam  Transformasi Digital Pemerintahan

ADLG Awards 2026, Pengakuan Atas Kepemimpinan Sekda Dalam Transformasi Digital Pemerintahan

Jakarta - Spektroom: Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan meraih peringkat kedua dalam ajang Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLG Awards) 2026, yang digelar oleh Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kepemimpinan sekretaris daerah dalam mendorong transformasi digital pemerintahan yang terintegrasi, kolaboratif, dan

Anggoro AP
Gubernur Mahyeldi Tekankan Sinergi Infrastruktur, Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Gubernur Mahyeldi Tekankan Sinergi Infrastruktur, Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Bukittinggi-Spektroom : Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Keterpaduan perencanaan, perlindungan kawasan rawan bencana, serta pulihnya layanan dasar masyarakat menjadi kunci agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pesan penting tersebut ditegaskan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan

Wiza Andrita, Rafles