Pemprov Jateng Akan Tambah 4 Sekolah Rakyat Untuk Memperluas Akses Pendidikan

Pemprov Jateng Akan Tambah  4 Sekolah Rakyat Untuk Memperluas Akses Pendidikan
Salah satu Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Antasena yang berada di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Foto: Sigit

Spektroom: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang berupaya menambah 4 Sekolah Rakyat melengkapi 14 yang sudah ada.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur mengatakan, empat kabupaten meliputi Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang yang akan mulai menerima anak didik pada tahun ajaran 2026/2027.

Sementara itu 14 titik sekolah rakyat yang ada di Jawa Tengah tersebar di 13 kabupaten/ kota awalanya merupakan sekolah rakyat rintisan yang sudah operasional sejak Juli, Agustus, dan September 2025.

Total ada 1.275 anak didik yang sekolah di 14 titik SR dari mulai jenjang SD, SMP, hungga SMA tersebar di Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, dan Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Surakarta , Banjarnegara, Kebumen, dan Blora.

“Alhamdulillah dari 1.275 anak itu diasramakan, dan semua betah,” kata Imam.

Imam membeberkan, sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi, melalui program Sekolah Rakyat ini, Pemprov Jateng melakukan intervensi melalui Dinsos program untuk memberdayakan keluarga siswa.

“Misalnya, keluarga dari siswa tersebut rumahnya tidak layak, maka akan diperbaiki. Yang belum berlistrik akan difasilitasi agar punya listrik, yang belum terakses air bersih, jamban, dan sebagainya, juga akan difasilitasi,” ujarnya saat di konfirmasi Spektroom Senin (12/1/2026).

Sementara itu, Setiyani warga Wonosari, Ngaliyan Kota Semarang merasa bangga dengan pemeritah sekarang yang memudahkan anak-anak miskin sekolah, apalagi dengan progrm gubernur memberdayakan keluarga.

"Saya seneng, haru, pemerintahan sekarang, anak-anak kurang mampu bisa tertampung sekolahnya. Apalagi pak Gub katanya juga akan memberdayakan keluarganya itu, itu alhamdulillah semoga segera terwujud," ujarnya, Selasa 13/01/2026.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah sangat tepat untuk mengurangi angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

“Tujuannya satu sisi kita mereduksi angka miskin ekstrem, di sisi lain mengembangkan  sekolah vokasi, karena di Jawa Tengah itu kita proyeksikan investasi padat karya,” beber Luthfi, di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 45 Semarang, beberapa waktu lalu.

Sistem boarding school yang diterapkan di Sekolah Rakyat juga penting untuk memberikan pendidikan moral, perilaku, dan mental.

Kebiasaan hidup mandiri di asrama dan kedisiplinan, menjadi landasan untuk membentuk mental kepribadian masing-masing anak.

Berita terkait

Lebaran Hari Pertama, Jalanan Kota Depok Padat Merayap: Antara Silaturahmi dan Macet yang “Bikin Sabar "

Lebaran Hari Pertama, Jalanan Kota Depok Padat Merayap: Antara Silaturahmi dan Macet yang “Bikin Sabar "

Depok-Spektroom: Hari pertama Idulfitri 1447 Hijriah diwarnai dengan padatnya arus lalu lintas di sejumlah titik strategis. Sabtu sore (21/3/2026), jalanan di Depok tampak dipenuhi kendaraan warga yang tengah bersilaturahmi maupun berlibur bersama keluarga. Kepadatan terlihat di Jalan Sawangan, Jalan Nusantara di Kecamatan Pancoran Mas, Jalan Raya Mochtar, hingga

Asmari, Buang Supeno