Pemprov Jateng Berangkatkan 16.186 Pemudik Gratis ke 35 Kabupaten/Kota
Jakarta-Spektroom : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memberangkatkan ribuan perantau pulang kampung melalui program mudik gratis Lebaran 2026. Sebanyak 16.186 pemudik diberangkatkan menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah menggunakan 325 armada bus.
Pelepasan rombongan mudik dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (16/3/2026). Program ini mengusung tema “Mudik Gampang Balik Tenang”.
Ahmad Luthfi mengatakan, ratusan armada bus tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat Jawa Tengah di perantauan agar dapat pulang kampung dengan aman dan tanpa biaya.
“Sebanyak 325 bus kita siapkan hari ini untuk mengangkut 16.186 masyarakat yang mudik ke Jawa Tengah. Itu pun masih belum cukup,” katanya.
Ia menjelaskan, pelepasan pemudik tidak hanya dilakukan di Jakarta. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga dijadwalkan melepas peserta mudik gratis dari Kota Bandung pada hari yang sama.
Selain menggunakan bus, Pemprov Jateng juga menyiapkan program mudik gratis menggunakan kereta api yang akan diberangkatkan pada hari berikutnya.
Program mudik gratis tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 35 pemerintah kabupaten/kota, Bank Jateng, serta sejumlah pihak swasta.
Ahmad Luthfi menyebutkan, sebagian besar peserta mudik merupakan pekerja sektor informal yang merantau di wilayah Jabodetabek.
“Pesertanya beragam, mulai pedagang bakso, pengemudi ojek online, pedagang warteg, asisten rumah tangga, mahasiswa hingga penyandang disabilitas,” ujarnya.
Menurutnya, para perantau asal Jawa Tengah memiliki kontribusi besar terhadap daerah asal, terutama saat momentum Lebaran yang memicu perputaran ekonomi di daerah.
“Semua tumplek blek, kita openi untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan. Ini bentuk negara hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan para pemudik agar tetap menjaga keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman.
Selain itu, Ahmad Luthfi mengajak masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap di Jakarta untuk mempertimbangkan peluang kerja di Jawa Tengah yang kini terus berkembang.
“Kami tidak ingin membebani Jakarta dan sekitarnya dengan mereka yang tidak siap kerja. Jawa Tengah sudah menyiapkan BLK, vokasi, dan berbagai peluang kerja,” katanya.
Tak hanya memfasilitasi arus mudik, Pemprov Jateng juga menyiapkan program arus balik gratis bagi para perantau yang akan kembali bekerja setelah Lebaran.
Pemberangkatan arus balik direncanakan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, dengan jumlah armada yang sama seperti saat keberangkatan mudik.
Salah seorang peserta mudik, Sugiyanto, penyandang disabilitas asal Klego, Boyolali, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut karena biaya perjalanan saat Lebaran biasanya melonjak tinggi.
“Kalau mudik ke Soloraya saat Lebaran bisa sampai Rp650 ribu per orang. Alhamdulillah dengan program ini sangat membantu,” ujarnya.(kar)