Trending

Pemprov Kepri Perkuat Pelayanan RSUD Raja Ahmad Tabib

Pemprov Kepri Perkuat Pelayanan RSUD Raja Ahmad Tabib
Gubernur Kepri Ansar Ahmad ditemui awak Media didampingi Direktur RSUP Ahmad Tabib. (Foto: Diskominfo)

Kepri–Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat layanan kesehatan rujukan agar masyarakat tidak lagi harus pergi ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan penyakit jantung yang membutuhkan tindakan kompleks. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Proctorship Bedah Jantung RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri bersama RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, yang berlangsung di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang.

Provinsi Kepri saat ini memiliki 13 rumah sakit dan 96 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten dan Kota.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, terutama untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus bergantung pada fasilitas kesehatan di luar daerah.

“Tujuan dari proctorship ini bagaimana masyarakat tidak lagi berobat untuk penyakit-penyakit berat ke Jakarta. Kita ingin layanan kesehatan yang berkualitas itu bisa tersedia di Kepri,” ujar Ansar, Kamis (8/10/2026).

Ansar menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Bahkan, alokasi anggaran untuk sektor kesehatan telah melampaui ketentuan minimal yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Ia menambahkan, RSUD Raja Ahmad Tabib terus ditingkatkan kapasitasnya sebagai rumah sakit rujukan Provinsi. Saat ini, Pemprov Kepri tengah membangun gedung poliklinik enam lantai yang nantinya terkoneksi dengan gedung utama. Pengembangan juga dilakukan untuk memperkuat fasilitas rawat inap.

Tidak hanya infrastruktur, menurut Ansar, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan di Kepri.

Pemprov Kepri saat ini memberikan dukungan pendidikan bagi 58 dokter spesialis dan subspesialis yang diproyeksikan untuk memperkuat kebutuhan tenaga medis di rumah sakit provinsi maupun kabupaten/kota.

Gubernur Kepri bersama Dirut RSJPD Harpan Kita dan Dirut RSUP. (Foto: Diskominfo)

Sementara itu, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, dr. Iwan Dakota, menjelaskan bahwa proctorship merupakan proses transfer pengetahuan dan keterampilan dari rumah sakit pengampu kepada rumah sakit yang didampingi.

Pelaksanaan operasi bedah jantung terbuka menjadi tahapan penting karena menunjukkan kesiapan ekosistem layanan jantung di rumah sakit, termasuk layanan diagnostik dan intervensi yang mendukungnya.

“Proktor itu transfer knowledge dan skill dari pengampu ke rumah sakit yang diampu,” jelas Iwan.

Ia mengatakan, RSJPD Harapan Kita telah melakukan pendampingan layanan jantung di Kepri sejak 2023. Saat itu, Kepri menjadi Provinsi ke-21 dari 34 provinsi yang mulai menjalankan pembelajaran operasi bedah jantung terbuka melalui program pengampuan.

Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, dr. Bambang Utoyo dalam laporannya menjelaskan layanan kardiologi di RSUD Raja Ahmad Tabib terus mengalami perkembangan. Saat ini rumah sakit memiliki empat dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dengan dukungan tiga dokter konsultan kardiologi intervensi, terdiri atas dua dokter full timer dan satu part timer, termasuk kolaborasi dengan dokter dari RSAL.

Untuk layanan rawat jalan, poliklinik jantung melayani rata-rata 1.600 hingga 1.760 pasien setiap bulan. Layanan tersebut didukung berbagai fasilitas diagnostik, antara lain EKG, ekokardiografi, treadmill, dan Coronary CT Angiografi.

RSUD Raja Ahmad Tabib juga memiliki layanan perawatan intensif jantung melalui ICCU/CVCU dengan kapasitas empat tempat tidur.

Di bidang intervensi, laboratorium kateterisasi atau cathlab telah beroperasi sejak 2023 untuk melayani tindakan diagnostik dan terapeutik, termasuk emergency PCI bagi pasien dengan sindrom koroner akut.

Dalam kegiatan proctorship kali ini, tim heart team RSUD Raja Ahmad Tabib bersama tim RSJPD Harapan Kita telah melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap pasien yang memenuhi kriteria tindakan. Sebanyak dua pasien ditetapkan untuk menjalani operasi bedah jantung terbuka, dengan satu pasien lainnya disiapkan sebagai pasien cadangan.

Kegiatan proctorship berlangsung selama tiga hari, 8–10 Oktober 2026, meliputi persiapan dan pembekalan tim, pelaksanaan tindakan operasi bersama proktor, perawatan pascaoperasi di ICU, serta evaluasi dan diskusi.

Berita terkait

Wamen UMKM Miris! Produk Anak Minang Sulit Tembus Pasar Nasional

Wamen UMKM Miris! Produk Anak Minang Sulit Tembus Pasar Nasional

Bukittinggi-Spektroom : Ditengah kuatnya tradisi berdagang masyarakat Minangkabau yang telah dikenal luas hingga ke berbagai penjuru Nusantara, tersimpan sebuah kenyataan yang mengundang keprihatinan. Produk-produk yang dihasilkan putra-putri daerah belum sepenuhnya mampu menembus pasar nasional, padahal Sumatera Barat memiliki potensi besar dalam perdagangan, kuliner, kerajinan, fesyen, serta berbagai produk

Wiza Andrita, Rafles
Pemkab Jember Perkuat Home Care, Lengkapi Akses Kesehatan Gratis melalui UHC Prioritas

Pemkab Jember Perkuat Home Care, Lengkapi Akses Kesehatan Gratis melalui UHC Prioritas

Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember, bersama Pemerintah Kecamatan Sumberjambe serta Puskesmas Sumberjambe memperkuat koordinasi pelaksanaan Home Care Jember, pada Jumat (09/10/2026). Kegiatan yang diawali dengan koordinasi di Puskesmas Sumberjambe tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus,

Budi Sucahyono, Julianto
Pemkab Bogor Perkuat Program Kesehatan Untuk Imunisasi Bayi dan Anak

Pemkab Bogor Perkuat Program Kesehatan Untuk Imunisasi Bayi dan Anak

Bogor-Spetroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat pemanfaatan data dan pencatatan program kesehatan untuk mendukung percepatan imunisasi bayi dan anak. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memantau cakupan pelayanan, mengidentifikasi sasaran yang belum mendapatkan imunisasi, serta mendorong pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Komitmen tersebut mengantarkan Kabupaten

Asmari, Julianto