Pemprov NTB Sampaikan Perkembangan Penanganan PMI di Libya, Seluruhnya Dalam Perlindungan KBRI Tripoli

“Pengembalian paspor menjadi prioritas utama karena sangat menentukan percepatan proses pemulangan ke Indonesia,”

Pemprov NTB Sampaikan Perkembangan Penanganan PMI  di Libya, Seluruhnya Dalam Perlindungan KBRI Tripoli
Pemprop NTB respon penanganan PMI asal NTB di Libya menyusul beredar vidio viral di media sosial Tik tok (Foto Diskominpotik ntb)

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan klarifikasi dan perkembangan terbaru terkait beredarnya video viral di media sosial TikTok mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang berada di Libya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, di Mataram 27/2/2026 menjelaskan berdasarkan laporan resmi dari KBRI Tripoli, saat ini terdapat empat PMI asal NTB yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu.

“Video yang beredar dibuat ketika para PMI tersebut sudah berada dalam perlindungan KBRI Tripoli. Kondisi mereka saat ini aman, sehat, dan berada di bawah pengawasan serta pendampingan pihak KBRI,” jelasnya.

Ahsanul Khalik yang biasa disapa Aka, menerangkan bahwa KBRI Tripoli tengah melakukan langkah negosiasi intensif dengan pihak agensi dan majikan di Libya. Fokus utama diplomasi tersebut adalah pengembalian paspor dan dokumen perjalanan, penyelesaian administrasi izin tinggal dan exit permit, serta upaya pengurangan atau penghapusan tuntutan denda maupun ganti rugi.

“Pengembalian paspor menjadi prioritas utama karena sangat menentukan percepatan proses pemulangan ke Indonesia,” jelas Aka.

Dalam kasus ini, pihak agensi dilaporkan meminta ganti rugi sebesar USD 7.000 per orang sebagai syarat pengembalian paspor. Permintaan tersebut dinilai sangat memberatkan PMI dan keluarganya, sehingga saat ini masih dalam proses negosiasi oleh KBRI Tripoli melalui pendekatan diplomatik.

Berdasarkan keterangan para PMI, mereka bekerja di sektor domestik dan belum menyelesaikan masa kontrak kerja dua tahun, dengan masa kerja antara dua hingga delapan bulan.Selama bekerja, mereka mengaku mengalami kekerasan fisik dan/atau verbal, perlakuan tidak manusiawi, tekanan kerja berlebihan, serta penahanan dokumen oleh pihak majikan atau agensi. Karena kondisi tersebut, para PMI memutuskan melarikan diri dan meminta perlindungan kepada KBRI Tripoli.

Pemprov NTB menegaskan bahwa video yang beredar tidak menggambarkan kondisi terkini para PMI. Saat video dibuat, mereka telah berada di lingkungan aman KBRI Tripoli.

“Tidak benar jika diasumsikan para PMI masih berada dalam situasi ancaman langsung. Pemerintah melalui KBRI Tripoli telah memberikan perlindungan maksimal dan pendampingan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Aka.

Kasus ini, lanjutnya, menjadi pengingat penting bahwa Libya termasuk negara dengan risiko tinggi bagi PMI sektor domestik, khususnya bagi mereka yang berangkat secara nonprosedural. Praktik penempatan tidak resmi sangat rentan terhadap penipuan, eksploitasi, serta persoalan hukum di negara tujuan.

Karena itu, Pemprov NTB mendorong penguatan edukasi, pengawasan, serta sosialisasi kepada calon PMI mulai dari tingkat desa hingga kabupaten agar masyarakat tidak mudah tergiur janji kerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.

Berita terkait

Tambang Galian Batuan Ilegal di Desa Sebanen Ditutup, LSM dan Polisi Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan

Tambang Galian Batuan Ilegal di Desa Sebanen Ditutup, LSM dan Polisi Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan

Jember-Spektroom : Aktivitas tambang galian batuan ilegal di Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, resmi ditutup pada Jumat (27/2/2026). Penutupan dilakukan setelah proses investigasi oleh LSM AMPUH Besuki Raya bersama aparat kepolisian, sebagai langkah tegas menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga. Proses penertiban berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan

Budi Sucahyono, Buang Supeno
Bupati Bondowoso Diminta Turun Tangan, Jembatan Koncer Dinilai Perlu Penanganan Mendesa

Bupati Bondowoso Diminta Turun Tangan, Jembatan Koncer Dinilai Perlu Penanganan Mendesa

Bondowoso-Spektroom : Bupati Bondowoso diminta turun tangan menyikapi kondisi Jembatan Koncer yang dinilai perlu penanganan mendesak. Jembatan tersebut kini menjadi sorotan karena kondisinya semakin mengkhawatirkan, terlebih sejak dialihfungsikan sebagai jalur alternatif pasca amblesnya Jembatan Nangkaan. Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, menyampaikan bahwa

Budi Sucahyono, Buang Supeno
Koramil 01/Binamu Bagikan Takjil Gratis, Pererat Kedekatan TNI dan Masyarakat di Desa Paitana

Koramil 01/Binamu Bagikan Takjil Gratis, Pererat Kedekatan TNI dan Masyarakat di Desa Paitana

Jeneponto-Spektroom : Koramil 01/Binamu Bagikan Takjil Gratis, Pererat Kedekatan TNI dan Masyarakat di Desa Paitana. Menjelang waktu berbuka puasa, Koramil 01/Binamu menggelar aksi sosial pembagian takjil gratis kepada masyarakat di lokasi KDMP Desa Paitana, Jumat (27/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, tersebut dilaksanakan

Yahya Patta, Buang Supeno