Penangkapan Tiga Wartawan oleh Israel Dinilai Langgar Hukum Humaniter Internasional

Penangkapan Tiga Wartawan oleh Israel Dinilai Langgar Hukum Humaniter Internasional
Direktur Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. La Ode Husen, ( Foto: ist)

Makassar - Spektroom: Direktur Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. La Ode Husen, menilai penangkapan tiga wartawan oleh tentara Israel merupakan tindakan yang berpotensi melanggar Hukum Humaniter Internasional, khususnya ketentuan dalam Konvensi Jenewa 1949.


Dalam keterangannya, La Ode Husen menegaskan bahwa jurnalis yang bertugas di wilayah konflik bersenjata wajib mendapatkan perlindungan dan diperlakukan sebagai warga sipil selama tidak terlibat langsung dalam peperangan.


“Berdasarkan Hukum Humaniter Internasional, wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik di daerah konflik harus dilindungi. Penahanan tanpa dasar hukum yang jelas dapat mencederai prinsip-prinsip hukum internasional,” tegasnya kepada Spektroom.co.id, Selasa (19/5/2026).


Ia juga menyoroti hilangnya kontak dengan tiga wartawan Indonesia yang berada di kawasan konflik Gaza. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan fisik para jurnalis di tengah eskalasi perang yang masih berlangsung.


La Ode Husen menilai, penahanan jurnalis dan terputusnya akses komunikasi dalam konflik sering kali digunakan untuk membatasi arus informasi kepada dunia internasional.


“Kecaman dari organisasi pers seperti Persatuan Wartawan Indonesia sangat beralasan. Dalam banyak konflik, penahanan wartawan maupun pemutusan jalur komunikasi kerap dijadikan alat untuk mengontrol narasi dan menciptakan media blackout,” ujarnya.


Menurutnya, keberadaan wartawan Indonesia di wilayah konflik sangat penting untuk menghadirkan laporan yang objektif, berimbang, dan faktual bagi masyarakat Indonesia.


Ia juga mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat langkah diplomasi melalui jalur resmi maupun nonformal guna memastikan keselamatan para wartawan yang hilang kontak.


“Kementerian Luar Negeri RI harus bergerak cepat melacak keberadaan WNI yang hilang kontak. Karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, maka upaya diplomasi dapat ditempuh melalui backchannel diplomacy, koordinasi dengan KBRI di negara sekitar seperti Amman dan Kairo, serta memanfaatkan jaringan lembaga internasional seperti ICRC maupun PBB,” jelasnya.


La Ode Husen menambahkan, perlindungan terhadap jurnalis di wilayah perang bukan hanya persoalan profesi, melainkan bagian dari penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan pers yang dijamin dalam hukum internasional.

Berita terkait

Perkuat Ketahanan Keluarga, Pemko Padang Sinergikan Digitalisasi dan Pengawasan Sosial Berbasis Komunitas Perempuan

Perkuat Ketahanan Keluarga, Pemko Padang Sinergikan Digitalisasi dan Pengawasan Sosial Berbasis Komunitas Perempuan

Padang-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang mengambil langkah strategis dalam memperkuat kapasitas perempuan menghadapi era digital, sekaligus mengaktifkan sistem deteksi dini perlindungan anak. Komitmen nyata ini diwujudkan melalui pelatihan interaktif dan self-care clinic bertajuk "Awaken the Power Within" yang digelar di Aula

Rafles
Menteri Komdigi Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Menteri Komdigi Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza. Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis Indonesia, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta

Diah Utami, Rafles
Unsoed Siapkan Mahasiswa Agribisnis Jadi Penggerak Ekspor Produk Unggulan Daerah

Unsoed Siapkan Mahasiswa Agribisnis Jadi Penggerak Ekspor Produk Unggulan Daerah

Purwokerto-Spektroom: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Purwokerto dalam pelaksanaan program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk mendukung pengembangan Desa Ekspor sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang perdagangan internasional. Program ini melibatkan sembilan mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis Unsoed yang

Bian Pamungkas
Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Putra Sawahlunto Riki Ekoni Saputra Masuk Nominasi Kalpataru Nasional 2026

Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Putra Sawahlunto Riki Ekoni Saputra Masuk Nominasi Kalpataru Nasional 2026

Sawahlunto–Spektroom : Komitmen nyata dalam pemulihan lingkungan hidup mengantarkan putra daerah Kota Sawahlunto, Riki Ekoni Saputra, menjadi nominasi penerima Penghargaan Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadikan Riki sebagai perwakilan resmi Kota Sawahlunto sekaligus Provinsi Sumatera Barat dalam ajang penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup di Indonesia.

Riswan Idris, Rafles