Trending

Pendatang Bersenjata Teror Petani Sawit di Ketapang, Polisi Sita Senpi Rakitan dan Parang

Pendatang Bersenjata Teror Petani Sawit di Ketapang, Polisi Sita Senpi Rakitan dan Parang
Pelaku Teror warga dengan senjata rakitan inisial R (48) warga pendatang dari Sukamara diringkus Aparat Kepolisian Polsek Manis Mata. (Foto: Humas Polsek Manis mata Ketapang)

Ketapang'Spektroom : Warga Desa Kelampai, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sempat dibuat resah oleh aksi seorang pria bersenjata yang diduga kerap mengintimidasi dan mengancam petani kelapa sawit.

Pelaku berinisial R (48), warga Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, akhirnya diringkus jajaran Polsek Manis Mata pada Selasa 19 Mei 2026 malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aksi pengancaman yang disebut telah berlangsung beberapa waktu terakhir.

Dalam operasi penangkapan itu, pelaku sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian bersama warga setempat.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Manis Mata IPTU Meinardus Yudiansyah mengatakan, pelaku diduga menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan untuk menekan warga agar menyerahkan lahan perkebunan sawit milik mereka.

“Pelaku mengancam beberapa petani dan pekebun sawit di Desa Kelampai. Jika warga tidak menyerahkan lahan yang diinginkan, pelaku melakukan intimidasi menggunakan parang, pisau, hingga senjata api rakitan jenis lantak,” ujar Meinardus dalam keterangannya, Kamis (21/05/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap bahwa R merupakan pendatang dari Kabupaten Sukamara yang awalnya datang ke Desa Kelampai untuk mengunjungi orang tua angkatnya.

Namun, setelah melihat potensi ekonomi perkebunan sawit di wilayah tersebut, pelaku diduga mulai berupaya menguasai sejumlah lahan milik warga secara paksa.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berbahaya.

Di antaranya dua pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis lantak, satu pucuk senjata api rakitan laras pendek, enam bilah parang, serta satu bilah pisau.

Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolsek Manis Mata untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 483 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pengancaman, serta Pasal 1 dan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan dan penggunaan senjata api rakitan serta senjata tajam tanpa izin.

“Ancaman hukuman terhadap pelaku bisa mencapai 20 tahun penjara,” tegas Meinardus.

Polisi memastikan kondisi keamanan di Kecamatan Manis Mata, khususnya Desa Kelampai, saat ini dalam keadaan kondusif.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat segera melapor melalui layanan cepat 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun tindak kriminal di lingkungan sekitar.

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles