Pendekatan Regeneratif Sebagai Solusi Alternatif Masalah Vitalitas dan Disfungsi Organ Reproduksi
Semarang - Spektroom: Direktur RSI Sultan Agung Semarang sekaligus Ketua Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Predigti), dr. Agus Ujianto, M.Si. Med., Sp.B., FISQua, menghadirkan pendekatan regeneratif sebagai solusi alternatif masalah vitalitas dan disfungsi organ reproduksi pada pria maupun wanita.
Selama ini, penanganan yang banyak dipilih masih bersifat instan melalui obat-obatan kimia, yang dinilai memiliki efek samping terhadap beban kerja jantung.
Agus menjelaskan metode ini menggunakan sel tubuh pasien sendiri atau sel punca autologus yang bersifat alami dan menetap.
“Akses endovaskular melalui arteri pudenda internal atau cabang-cabang arteri iliac memungkinkan sel punca autologus dihantarkan secara presisi. Sel dihantarkan ke jaringan korpus kavernosum pada pria atau jaringan pelvik pada wanita,” katanya melalui keterangan tertulis, Jumat,( 27 /2/2026).
Ia menjelaskan, metode tersebut merujuk pada studi Al Demour et al yang dipublikasikan dalam jurnal Stem Cells Translational Medicine.
Studi tersebut menunjukkan transplantasi sel punca autologus pada organ vital dapat memperbaiki disfungsi ereksi, merestorasi saraf, serta meningkatkan vitalitas wanita.
“Regenerasi jaringan endotel pembuluh darah dan otot polos memungkinkan aliran darah kembali maksimal secara alami. Kemudian memperbaiki jalur saraf otonom yang krusial bagi fungsi sensorik dan motorik organ vital,” ujarnya.
Menurut Agus, sel punca autologus dari sumsum tulang bekerja melalui proses angiogenesis, yakni pembentukan pembuluh darah baru yang lebih elastis dan sehat.
Selain itu, efek parakrin yang dihasilkan memicu pelepasan faktor pertumbuhan untuk meremajakan jaringan ikat dan mukosa organ reproduksi.
“ Karena menggunakan sel sendiri, tidak ada risiko reaksi alergi atau penolakan jaringan. Metode ini menjadikannya terapi yang paling jujur dan aman sesuai standar FISQua,” katanya.
Dalam ekosistem Predigti, prosedur tersebut dikawal sistem Indofa 10S untuk menjamin akurasi tindakan dan privasi data pasien.
Digitalisasi juga dimanfaatkan untuk memantau perbaikan hemodinamik organ secara objektif sehingga hasil terapi dapat terukur secara ilmiah.
“ Tugas kami di RSI Sultan Agung adalah memberikan solusi medis yang komprehensif tanpa melupakan martabat manusia. Autograf Transplant Cell endovaskular memberikan jalan bagi mereka yang ingin memulihkan vitalitas secara alami dan permanen,” Pungkasnya..