Trending

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan
Meski Bidang Pendidikan Di Indonesia Mulai Tertata Tetapi Menurut Pengamat Pendidikan UMS Prof Anam Sutopo Manajemem Mutu Harus Ditingkatkan. ( dok : Freepik )

Solo - Spektroom : Merefleksi hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bidang pendidikan meski dinilai arahnya mulai tertata dengan perangkat dan regulasi yang semakin pasti, tetapi masih dihadapkan pada catatan kritis dalam pengelolaan manajemen mutu.

Diminta tanggapan kondisi pendidikan di Indonesia merefleksi hari pendidikan
Pengamat pendidikan dari Universitas Muhamadiyah Surakarta UMS Prof. Anam Sutopo menjelaskan, meskipun asas pemerataan mulai dirasakan, aspek manajemen mutu masih perlu ditingkatkan bahkan dalam kancah persaingan internasional, kualitas pendidikan Indonesia dinilai masih mengalami berbagai ketinggalan jika dibandingkan dengan negara lain.

Sebenarnya sejak ditetapkan Undang Undang Pendidikan tahun 2003 serta Undang Undang guru dan dosen tahun 2005, arah pendidikan nasional mulai tertata .

Anak anak diberbagai pelosok mulai mengenyam pendidikan dengan akses yang jelas seperti program sekolah rakyat, sekolah garuda serta berbagai penunjang akan memberikan dampak positip bagi perkembangan dunia pendidikan.

Tetapi Prof Anam yang juga Dekan FKIP UMS ini menegaskan, penataan ulang secara menyeluruh dalam sistem manajemen pendidikan akan mampu menghapus disparitas atau kesenjangan kualitas yang selama ini terjadi antar daerah, golongan maupun suku di Indoensia

"Dengan menata ulang manajemen mutu pendidikan, maka pendidikan kita akan semakin membaik dan memiliki kualitas yang sama di seluruh wilayah," Jelas Prof. Anam Sutopo, Sabtu, 2 Mei 2026.

Fokus utama arah pendidikan saat ini dengan memastikan setiap anak negeri menikmati pendidikan yang tidak hanya merata, tetapi juga berkualitas tinggi.

Pemerintah memegang peranan kunci dalam mewujudkan visi tersebut dengan cara membuka diri melalui kolaborasi keterlibatan seluruh komponen bangsa sangat diperlukan untuk bersama-sama menata ulang manajemen mutu agar arah pendidikan semakin relevan dengan kebutuhan zaman. Sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan pendidikan menjadi syarat mutlak demi mencapai kualitas pendidikan yang dicita-citakan bersama.

Langkah penataan ulang ini diyakini akan membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik dan kompetitif

Momentum Hardiknas 2 Mei dapat dijadikan titik awal untuk melakukan perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.

"Semoga ke depan pendidikan di negeri kita akan semakin maju dan menggapai apa yang kita cita-citakan bersama," kata Prof. Anam.

Penutup tanggapannya tentang refleksi pendidikan, Prof Anam menegaskan, perjalanan panjang pendidikan nasional masih memerlukan kerja keras semua pihak. Keselarasan antara pemerataan akses dan kualitas mutu akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan generasi muda Indonesia. (Dan)

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP