Penjual Koran Di Solo, Targetkan Khatam Al'quran 3 kali Di Bulan Ramadhan
Solo, Spektroom - Di tengah riuhnya transaksi jual beli di Pasar Gede Solo, ada Sosok pria 55 tahun bernama Slamet yang terus hilir mudik , berkeliling menapaki setiap lorong pasar untuk menawarkan koran.
Koran,... kooran,... koran mas, beli koran ?.itulah kalimat yang selalu diulang ulang selama 30 tahun lebih dalam menawarkan daganganya sebagai penjual koran sejak tahun 1993.
Siang itu ( Selasa 24/02/2026 ) sosok Slamet bertubuh gempal juga dengan sabar menawarkan kepada setiap orang yang dijumpai di pasar ikon kota Solo itu.
Bahkan di era digital yang telah meminggirkan media cetak ini, pria kelahiran Solo itu tetap tlaten menekuni profesinya.
Bagi slamet kunci menghadapi hidup adalah bersyukur, termasuk dibulan Ramadhan berbagai godaan bersliweran seperti banyaknya makan dan minuman yang enak dijajakan di dalam pasar.Begitu juga ujian saat koran sepi pembeli harus disyukur, karena dengan sabar di bulan Ramadhan yamg penuh berkah, pahala akan dilipat gandakan.
"Baru laku lima belas atau tiga puluh lembar, saya syukuri saja. Kapan-kapan akan dibalas oleh Tuhan. Saya tidak pernah mengeluh, yang penting sabar," Tutur Slamet
Kedisiplinannya dan ketaqwaan dalam beribadah sangat dijaga .
Bahkan di sela waktu menjajakan koran, Sholat tidak pernah ditinggalkan. Di bulan yang penuh pengampunan Slamet memiliki target khatam Al-Qur'an tidak hanya sekali tetapi sebanyak tiga kali.
Bagi Slamet mengaji tidak hanya untuk membunuh rasa sepi menunggu pembeli, tetapi dapat menghilangkan rasa capai
"Kalau siang jenuh atau capek, saya lari ke ngaji. Ngaji itu menghilangkan lelah saya. Target saya kalau Ramadan bisa tiga kali khatam," tambahnya.
Meski dahulu sempat melewati masa sulit sebagai tulang punggung keluarga hingga tak sempat berpuasa saat kecil, kini Slamet menjadi pribadi yang sangat religius, ditengah mencari nafkah ibadah tidak ditinggalkan.
Kesabarannya berbuah manis dengan banyaknya pelanggan setia yang kini telah menjadi orang sukses, namun tetap mencari keberadaannya setiap kali berkunjung ke Solo.
Slamet berpesan kepada generasi muda sesibuk apapun untuk tidak pernah meninggalkan ibadah termasuk juga tidak lelah berbuat baik, meski dalam keadaan sulit sekalipun. ( Dan )