Penyerahan Hunian Tetap Hasil Kolaborasi Lembaga Amil zakat (LAZ) Ashpen dan Karang Waluh Group Kalimantan
Spektroom - Penyerahan Kunci Rumah, Hunian Tetap dari Donatur, Karang Waluh Group Kalimantan ke Direktur Ashpen, di lanjutkan ke Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sumbar, Ahdiarsyah, dan diserahkan ke pemilik "Erniati", Senin (12/1/2026), di Jorong Kampuang Ateh, Sungai Landia, Kabupaten Agam.
Pembangunan hunian ini merupakan hasil kolaborasi dari Wahyu Permadi beserta keluarga, Owner Karang Waluh Group Kalimantan.
Peresmian oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sumbar, Ahdiarsyah.
Ahdiarsyah menyampaikan apresiasi tinggi kepada LAZ Ashpen atas gerak cepatnya dalam penanganan pascabencana.
“Pasca bencana, baru hunian dari Ashpen yang kami resmikan. Pemerintah saat ini masih dalam proses pencarian lahan, namun Ashpen diam-diam sudah mulai membangun dan hari ini rumah tersebut resmi kita resmikan,” ujarnya.
Dirinya juga berharap langkah yang dilakukan Ashpen dapat menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lainnya.
“Insyaallah akan segera ada yayasan lain yang membangun sekitar 600 unit hunian tetap, saat ini masih dalam proses,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Ahdiarsyah juga menyebutkan bahwa total kerugian akibat bencana di Sumatera Barat mencapai Rp22 triliun.
“Kita tidak sendiri dalam memikul beban ini. Kita harus saling bahu-membahu, baik dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dan sektor lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama LAZ Ashpen, Zulfamiadi, mengucapkan terima kasih kepada para donatur dari Kalimantan yang telah mempercayakan Ashpen untuk menyalurkan bantuan pembangunan rumah bagi korban bencana alam di Sumatera Barat.
“Sebelum pembangunan dilakukan, bantuan ini telah melalui kajian yang matang agar tepat sasaran. Penerima manfaat adalah anak yatim, keluarga yang benar-benar kehilangan rumah, serta memiliki lahan milik sendiri,” jelasnya.
Zulfamiadi juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Ashpen akan meresmikan program bedah rumah di Kabupaten Tanah Datar yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Dari unsur Kementerian Agama, H. Yunaldi S menyampaikan bahwa musibah yang terjadi merupakan pengingat bagi seluruh masyarakat.
“Bencana ini adalah teguran bagi kita semua. Semoga dengan kejadian ini kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.
Erniati, salah satu penerima hunian tetap yang memiliki lima orang anak, mengaku haru dan bahagia saat ditemui awak media.
“Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan rumah ini. Rumah kami sebelumnya hanyut diterjang banjir bandang, tidak ada yang tersisa sama sekali. Alhamdulillah, sekarang kami sudah punya tempat tinggal kembali,” pungkasnya.