Penyiar Senior & Mantan Sekretaris Diskominfo Sawahlunto Wiza Andrita, SE, Wujudkan Spirit Tembus Batas R. A. Kartini Lewat KPID Award

Penyiar Senior & Mantan Sekretaris Diskominfo Sawahlunto Wiza Andrita, SE, Wujudkan Spirit Tembus Batas R. A. Kartini Lewat KPID Award
Wiza Andrita, SE. (Foto: Dok. Wiza Andrita)


Wiza Andrita, SE
(Pensiunan Sekretaris Diskominfo Kota Sawahlunto & Penyiar Senior)

Bikittinggi-Spektroom : Peringatan Hari Kartini 21 April bukan sekadar seremoni tahunan yang dipenuhi kebaya dan rangkaian kata-kata penghormatan.

Lebih dari itu, Hari Kartini adalah pengingat bahwa perjuangan perempuan untuk memperoleh ruang, kesempatan, dan pengakuan masih terus berlanjut dalam berbagai bentuk.

Di tengah semangat itulah, sosok Wiza Andrita, SE hadir sebagai representasi nyata perempuan yang tidak hanya menghidupkan cita-cita Kartini, tetapi menjadikannya jalan pengabdian sepanjang hayat bahkan sebagai Penyiar Senior tampa tandingan di Ranah Minang saat ini mengikuti jejaknya di RRI Bukittinggi yang akhirnya pensiun berlabuh di Pemko Sawahlunto

Pada momentum peringatan Hari Kartini 2026, nama Wiza Andrita kembali mendapat sorotan setelah kiprah dan dedikasinya di bidang penyiaran mengantarkannya meraih Penghargaan KPID Awards sebagai Tokoh Inspiratif Penyiaran, sebuah pengakuan atas perjalanan panjang yang dibangun dengan kerja keras, integritas, dan konsistensi puluhan tahun.

Penghargaan itu bukan semata simbol prestasi, tetapi penegasan bahwa perempuan memiliki ruang yang setara untuk memimpin, menginspirasi, dan menghadirkan perubahan, termasuk di dunia penyiaran yang menuntut kompetensi, daya juang, dan sensitivitas sosial yang tinggi.

Wiza Andrita menuturkan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini melalui gagasan besar dalam Habis Gelap Terbitlah Terang telah menjadi sumber inspirasi yang menguatkan langkah hidupnya.

Menurutnya, emansipasi bukan sekadar narasi kesetaraan, tetapi keberanian perempuan untuk terus bertumbuh, berkarya, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan.

"Cita-cita Ibu Kartini menginspirasi saya untuk terus meningkatkan kualitas hidup, serta tetap semangat dalam setiap kegiatan. Emansipasi wanita memberi ruang bagi saya untuk bebas berkreativitas," ungkap Wiza dengan penuh keyakinan.

Pernyataan itu bukan sekadar refleksi personal, tetapi lahir dari pengalaman panjang menghadapi dinamika dunia kerja, tantangan kepemimpinan, hingga proses membangun eksistensi perempuan di ruang publik.

Bagi Wiza, capaian yang diraih hari ini merupakan akumulasi dari perjuangan yang tidak mudah. Berangkat dari dunia jurnalistik, ia tumbuh dari ruang redaksi, lapangan peliputan, studio siaran, hingga meja-meja pengambilan kebijakan.

"Sehingga beberapa raihan penghargaan serta jabatan dipercayakan kepada saya, semua itu tidak terlepas dari kerja keras dan konsistensi," tambahnya.

Jejak panjang Wiza Andrita di dunia penyiaran memang bukan perjalanan singkat. Kariernya dimulai sebagai Penyiar dan Reporter Radio Republik Indonesia (RRI) Bukittinggi sejak 1986 hingga 2013. Di lembaga penyiaran publik itu, ia ditempa dalam disiplin jurnalistik, keberanian menyuarakan kepentingan publik, dan sensitivitas terhadap persoalan sosial.

Dari studio radio, Wiza memahami bahwa penyiaran bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi tentang membangun kesadaran, mencerdaskan masyarakat, dan menghadirkan suara bagi yang kerap tak terdengar.

Pengalaman panjang itu kemudian membawanya dipercaya memimpin LPPL Sawahlunto FM sebagai Kepala LPPL pada 2014 hingga 2022. Di bawah kepemimpinannya, LPPL tidak hanya menjadi media informasi pemerintah, tetapi juga berkembang sebagai medium komunikasi publik yang dekat dengan masyarakat.

Tidak berhenti di sana, kapasitasnya dalam komunikasi publik juga mengantarkannya menjabat Kepala Bagian Humas Kota Sawahlunto pada 2022, lalu Sekretaris Dinas Kominfo Kota Sawahlunto tahun 2023.

Perjalanan itu menunjukkan satu hal penting, bahwa kompetensi perempuan bukan untuk dipertanyakan, melainkan untuk diberi ruang agar memberi kontribusi lebih luas.

Kini, Wiza Andrita juga masih dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio/TV Sumatera Barat, posisi strategis yang menegaskan kiprahnya dalam memperkuat ekosistem penyiaran publik di daerah.

Tak hanya berkiprah di sektor profesional, Wiza juga dikenal aktif memimpin berbagai organisasi perempuan, sosial, dan keagamaan, mulai dari Perempuan Basiba, Perwira, hingga Ketua Al Hidayah. Aktivisme ini memperlihatkan bahwa kepemimpinannya tidak berhenti di institusi formal, tetapi menjangkau pembinaan sosial dan pemberdayaan perempuan di akar rumput.

Berbagai penghargaan yang diraih pun memperkuat rekam jejak tersebut. Selain KPID Awards Tokoh Inspiratif Penyiaran 2024, ia juga pernah menerima beragam penghargaan tingkat nasional dan provinsi sebagai Pengelola Radio Terbaik, Reporter Terbaik, dan Penulis Berprestasi.

Namun di balik seluruh capaian itu, yang paling kuat justru bukan deretan jabatan maupun penghargaan, melainkan pesan moral yang dibawanya: bahwa perempuan dapat menjadi penggerak perubahan bila diberi kesempatan dan terus mau memperjuangkannya.

Dalam konteks Hari Kartini, kisah Wiza Andrita menjadi relevan dan emosional. Ia bukan hanya mengenang Kartini melalui seremonial, tetapi menerjemahkan gagasan Kartini menjadi tindakan nyata.

Di tengah tantangan perempuan modern—persaingan profesional, tuntutan keluarga, perubahan sosial, hingga disrupsi teknologi—Wiza menunjukkan bahwa perempuan bisa tetap berdiri kokoh, memimpin, dan memberi inspirasi.

Kisahnya juga menjadi cermin bahwa cita-cita Kartini tidak berhenti pada perjuangan memperoleh hak, tetapi berlanjut pada bagaimana perempuan menggunakan hak itu untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Bagi banyak perempuan muda, terutama yang berkecimpung di dunia media, penyiaran, dan komunikasi publik, perjalanan Wiza Andrita memberi pesan kuat bahwa keberhasilan tidak dibangun dalam semalam. Ia lahir dari ketekunan, kesabaran, integritas, dan keberanian menembus batas.

Di Hari Kartini 2026, penghargaan KPID Awards yang diterima Wiza Andrita menjadi lebih dari sekadar apresiasi personal. Ia menjelma simbol bahwa api perjuangan Kartini masih menyala—hidup dalam karya, pengabdian, dan dedikasi perempuan-perempuan Indonesia yang terus menerangi jalan, bahkan setelah gelap yang panjang.

Kiprahnya tidak hanya terbatas pada birokrasi dan organisasi kemasyarakatan, namun juga merambah ke dunia kesehatan dan olahraga.

Hingga saat ini, Wiza Andrita masih sangat aktif mengabdikan diri di berbagai bidang. Salah satu bukti kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat adalah keaktifannya sebagai pengurus di salah satu persatuan olahraga tulang dan sendi di Kota Bukittinggi. Saat ini Wiza Andrita juga tercatat dan aktif sebagai salah seorang jurnalis Portal Media Online Spektroom.co.id untuk wilayah Sumatera Barat bagian utara.

Hal ini menunjukkan bahwa perhatiannya sangat luas, tidak hanya pada pemberdayaan manusia, tetapi juga pada kesehatan fisik dan kualitas hidup masyarakat.

Karena seperti warisan pemikiran Kartini, terang itu selalu hadir dari mereka yang berani berjuang. Dan dalam dunia penyiaran, salah satu terang itu bernama Wiza Andrita, SE. (RRE/Rita)

Berita terkait

Tingkatkan Rekognisi Global, UNUKASE Jajaki Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan INTI International University Malaysia

Tingkatkan Rekognisi Global, UNUKASE Jajaki Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan INTI International University Malaysia

Junaidi, Agung Yunianto Banjar-Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) terus memperluas jejaring Internasionalnya. Kali ini, UNUKASE menerima tawaran kerja sama strategis dari INTI International University Malaysia yang mencakup kolaborasi riset, publikasi ilmiah, hingga mobilitas Sivitas Akademika. Pembicaraan awal kerja sama ini difasilitasi oleh Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat, Prof.

Junaidi
BEM UNUKASE Usulkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan Jalan di Kawasan Kampus Kepada BPTD Kalimantan Selatan

BEM UNUKASE Usulkan Peningkatan Fasilitas Keselamatan Jalan di Kawasan Kampus Kepada BPTD Kalimantan Selatan

Junaidi, Agung Yunianto Banjar-Spektroom : Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) melakukan audiensi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Selatan, Kamis (30/4/2026), terkait usulan peningkatan fasilitas keselamatan lalu lintas di Kawasan Kampus. Audiensi tersebut dilatarbelakangi tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di area

Junaidi