Penyuluh Agama Kotim Naik Kelas Digital, Dakwah Tak Lagi Sekadar Mimbar
Sampit-Spektroom : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat kapasitas penyuluh agama melalui kegiatan Penguatan Literasi Media Digital, Rabu (4/3/2026), di Aula Kemenag Kotim. Langkah ini menjadi respons atas perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini lebih banyak berlangsung di ruang digital.
Dalam arahannya, Kepala Kemenag Kotim H. Nur Widiantoro menekankan bahwa penyuluh agama sebagai ujung tombak dakwah di tengah masyarakat perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan media digital.
Menurutnya, dakwah di era digital tidak cukup hanya dengan penyampaian materi, tetapi juga membutuhkan strategi komunikasi yang tepat agar pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Seorang penyuluh yang bertugas menyampaikan ayat-ayat Tuhan memerlukan strategi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami masyarakat,” tegasnya.
H. Nur Widiantoro, menegaskan bahwa penyuluh agama memegang peran strategis sebagai ujung tombak kementerian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pendekatan dakwah juga harus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Seorang penyuluh yang bertugas menyampaikan ayat-ayat Tuhan memerlukan strategi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami masyarakat. Dakwah digital membutuhkan kemasan yang pas agar pesan keagamaan tidak hanya sampai, tapi juga menetap di hati,” ujarnya.
Nur Widiantoro menambahkan, penguasaan literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis menggunakan media sosial, tetapi juga soal etika, akurasi informasi, dan strategi komunikasi.
“Kita ingin penyuluh agama tidak hanya hadir di media sosial, tetapi mampu memproduksi konten yang edukatif, menarik, dan interaktif. Pesan moderasi beragama harus disampaikan dengan bahasa yang membumi, bukan menggurui,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, para penyuluh didorong bertransformasi menjadi kreator konten religi yang profesional, tanpa meninggalkan substansi dakwah.
Harapannya, kanal-kanal media sosial penyuluh di Kotim semakin kaya dengan konten yang menyejukkan, mencerahkan, dan memperkuat persatuan umat.
"Dakwah tetap pada nilai, tetapi cara menyampaikannya harus selaras dengan zaman." tutup dia.(Polin)