Perangi Narkoba, BNN Menggelora

Perangi Narkoba, BNN Menggelora

audio-thumbnail
SKS Kamis 1 Januari 2026
0:00
/366.7595

Spektroom - Badan Narkotika Nasional (BNN) memandang perang melawan narkoba sebagai upaya kemanusiaan yang menempatkan perlindungan dan penyelamatan manusia sebagai tujuan utama. 


Pendekatan ini diwujudkan melalui penindakan tegas terhadap bandar dan jaringan narkoba, disertai pendekatan rehabilitatif bagi penyalahguna dengan tetap menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia.

Betapa tidak, sepanjang 2025, BNN bersama stakeholdernya berhasil mengungkap 746 kasus tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika, membongkar 42 jaringan peredaran terorganisir, terdiri atas 33 jaringan nasional dan sembilan jaringan internasional, serta mengamankan 1.174 tersangka. 


Tidak kurang, menyita BB sabu 4,01 ton,  ganja 2,17 ton, sinte 2,06 Kg, 364.750 butir dan 142 Kg ekstasi serta 4,7 Kg kokain.



Konon, selain penindakan di hilir, BNN juga memutus rantai produksi narkotika dari hulu melalui pemusnahan ladang ganja, khususnya di Aceh. Selama 2025, BNN membabat 127.800 meter persegi ladang ganja dengan total 224.500 batang tanaman atau setara 109,8 ton.

Komjen Pol. Suyudi Ario Seto - Ka BNN (Foto: Spektroom)

Adalah Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengurai, dalam upaya memiskinkan jaringan narkoba, BNN mengungkap enam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan nilai aset yang disita mencapai Rp 144,19 miliar. BNN juga berhasil menangkap 16 DPO jaringan narkoba, termasuk buronan Interpol Dewi Astutik alias Mami yang ditangkap di Kamboja.

Lain daripada itu, Tahun 2025 juga mencatat capaian bersejarah melalui pengungkapan penyelundupan sekitar dua ton sabu dari Kapal Sea Dragon Tarawa di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Hal itu nampaknya menjadi salah satu kasus terbesar dalam sejarah pemberantasan narkoba di Indonesia. 

Bahkan, untuk pertama kalinya BNN bersama Polri dan TNI melaksanakan Operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Narkoba secara serentak di 53 titik pada 34 provinsi.


Memang BNN pastas mendapat apresiasi,  bagaimana tidak? Sepanjang 2025, BNN berhasil membina dua ratus 14 Desa Bersinar dengan melibatkan 4.280 anggota keluarga. 


Dalam menjalankan aksinya, BNN juga tidak  meninggalkan masyarakat,  penguatan peran masyarakat tercermin dari peningkatan Indeks Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) dengan nilai nasional 3,23 (kategori Tanggap) serta Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) sebesar 3,66 (kategori Sangat Mandiri). 


Jika dikalkulasi, sepanjang 2025, BNN melaksanakan advokasi kebijakan pada 326 lembaga dan layanan deteksi dini melalui tes urine kepada 197.727 orang.

Demikian pula halnya di bidang rehabilitasi,  sepanjang 2025, dari total 52.032 pengguna paling tidak 12.713 pecandu berhasil direhabilitasi. 


Puncaknya, BNN juga memperkuat standar layanan dengan mendorong pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi lembaga rehabilitasi serta mengembangkan inovasi Rehabilitasi Keliling (Re-Link) dan Telerehabilitasi untuk memperluas akses layanan pemulihan.(@Ng).

Berita terkait

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Spektroom – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat, masih menunjukkan kondisi rawan. Hingga (31/01/2026) malam, lahan yang terbakar dilaporkan masih berasap meski upaya pemadaman dan pemblokiran terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi

Apolonius welly, Rafles