Perayaan Ekaristi Malam Paskah di Gereja Kristus Raja Katedral Tanjung Karang
Bandarlampung - Spektroom: Vigili Paskah menjadi salah satu momen paling sakral dalam rangkaian perayaan Paskah umat Katolik.
Ibadah ini digelar pada Sabtu malam , setelah Jumat Agung dan menjelang Minggu Paskah sebagai bentuk penantian kebangkitan Yesus Kristus. Tahun ini, Vigili Paskah jatuh pada Sabtu, 4 April 2026.
Ibadah ini dimulai dalam suasana gelap sebagai simbol dunia tanpa terang, lalu berlanjut dengan rangkaian liturgi yang sarat makna, mulai dari penyalaan lilin Paskah, liturgi sabda, pembaruan janji baptis, hingga perayaan Ekaristi sebagai puncaknya.
Demikian pula halnya Perayaan Ekaristi Malam Paskah di Gereja Kristus Raja Katedral Tanjung Karang Bandarlampung, Sabtu (4/4/2026) petang, setelah pembacaan Injil, selanjutnya di sampaikan Homili atau khotbah, oleh Pastor Kepala Paroki Kristus Raja, Katedral, Tanjungkarang, RD JB. Sujanto.
Dalam homilinya Romo Sujanto memengisahkan bahwa mereka dibebaskan dari perbudakan di Mesir, menyeberangi laut dengan kaki kering dan seterusnya.
"Namun makna Paskah bagi kita sekalian sesuatu yang sangat lain, bukan membebaskan kita dari perbudakan negara lain atau dari siapapun, tetapi justru membebaskan kita dari perbudakan dosa" ujar Romo Sujanto
Romo Sujanto melanjutkan, membebaskan kita dari perbudakan dosa yang mendatangkan maut. Yakni berkat darah Kristus. Berkat Yesus yang menumpahkan darahnya di kayu salib. Dan bangkit pada malam ini. Membawa serta kita bersama. Yang percaya kepadanya. Bangkit untuk menempuh hidup yang baru.
Maka saudara-saudari sekalian sebagai orang-orang yang telah disatukan dengan Kristus, telah terbebas, dibebaskan dari perbudakan dosa dan kemanusiaan kita diilahikan dengan sakramen yang telah kita terima, maka layak dan pantaslah kalau kita berdoa, berani menunjukkan jati diri kita melalui sikap dan tindakan hidup kita sebagai manusia-manusia ilahi yang tidak terbelenggu lagi oleh perbudakan egoisme kita sendiri, yang tidak lagi terbelenggu dengan harapan-harapan palsu yang kita bangun
Tetapi justru kita bersama satukan dengan Yesus sendiri sebagai tanda cintanya kepada kita yang membebaskan kita dari belenggu perbudakan dosa ini.
Berani menunjukkan jati diri kita melalui sikap dan tindakan hidup kita sebagai manusia-manusia ilahi yang tidak terbelenggu lagi oleh perbudakan egoisme kita sendiri, yang tidak lagi terbelenggu dengan harapan-harapan palsu yang kita bangun.
Tetapi justru kita bersama satukan dengan Yesus sendiri sebagai tanda cintanya kepada kita yang membebaskan kita dari pelenggu perbudakan dosa ini.
Perayaan Ekaristi Malam Paskah di Gereja Kristus Raja Katedral Tanjung Karang Bandarlampung, terdiri dari 4 bagian :
1. Kristus Cahaya dan Pujian Paskah
2. Liturgi sabda yang vmengisahkan tentang karya karya Agung Allah.
3. Liturgi Baptis yang terdiri dari:
- Pemberkatan Air Baptis
- Pembangunan Janji Baptis
- Pemercikkan
4. Liturgi Ekaristi
Untuk diketahui Liturgi Ekaristi, menjadi puncak dari seluruh rangkaian Vigili Paskah. Perayaan ini dijalankan dengan penuh kekhidmatan melalui doa-doa utama, termasuk Doa Syukur Agung.
Pada bagian ini, seluruh umat ambil bagian dalam perjamuan kudus sebagai ungkapan syukur atas karya keselamatan Allah. Ekaristi menegaskan makna Wafat dan Kebangkitan Kristus yang membawa harapan dan kehidupan baru bagi umat manusia.(@Ng).