Percepat Akselerasi, UNS Kembali Kukuhkan 6 Guru Besar
Spektroom - Target menambah 15 guru besar di awal tahun di wujudkan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Setelah bulan januari lalu mengukuhkan 9 Profesor, kini kembali menambah kekuatan akademiknya dengan melantik 6 guru besar baru dalam berbagai bidang kepakaran.
Penambahan ini dipandang strategis sebagai motor penggerak untuk mempercepat akselerasi dan daya saing universitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sekretaris Senat Akademik UNS, Prof. Mohammad Jamin, saat jumpa pers di Gedung Rektorat ( Senin 09/02/2026 ) menyampaikan bertambahnya jumlah guru besar secara signifikan dalam dua tahun terakhir berdampak positif bagi prestasi UNS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Sinergi antara akademisi, pelaku bisnis, dan pemerintah menjadi penting agar hasil riset para pakar ini dapat dikomersialisasikan dan bermanfaat luas bagi masyarakat.
"Sinergi antara akademik, bisnis, dan pemerintah atau government memang seharusnya saling mendukung untuk bisa memanfaatkan temuan para peneliti dan para guru besar. Keberadaan mereka akan menjadi motor yang mempercepat akselerasi UNS untuk bisa berkompetisi secara global," Ungkap Prof. Mohammad Jamin
Pihak universitas menaruh harapan besar agar karya-karya nyata para guru besar, seperti pemanfaatan limbah plastik hingga inovasi di bidang kesehatan, dapat didorong ke arah hilirisasi industri.
Inovasi-inovasi membuktikan dosen UNS mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Pusat Unggulan Iptek, seperti teknologi baterai litium yang kini menjadi kebanggaan institusi.
"Kami sangat berharap para guru besar yang jumlahnya semakin banyak ini akan lebih mendorong perkembangan kemajuan universitas ke depan. Ini adalah bukti bahwa para dosen mampu berkontribusi dalam mendorong akselerasi melalui karya-karya ilmiahnya yang luar biasa," kata Prof.
Keenam guru besar yang akan dikukuhkan ( Selasa 10/02/2026 ) memiliki kepakaran beragam, mulai dari Prof. Dwi Prasetyani di bidang Kewirausahaan Perempuan, dan Prof. Heru Sukanto di bidang Teknologi Manufaktur. Selain itu, terdapat Prof. Muzzazinah pakar Biosistematika Tumbuhan, Prof. Harlita pakar Embriologi, Prof. Muhammad Agung Prabowo pakar Akuntansi, serta Prof. Dewi Retno Sari Saputro pakar Statistika Machine Learning.
(Dan)