Peringati Hari Rabies Internasional, Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Peringati Hari Rabies Internasional, Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi Rabies Gratis
Pemkab Sleman memperingati Hari Rabies Internasional dengan menggelar vaksinasi rabies gratis,Rabu (29/9/2026),Foto : Humas Pemkab Sleman

Sleman-Spektroom : Sebanyak 340 pemilik hewan peliharaan mengikuti vaksinasi rabies gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman di halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan bertema “Bahagia Bersama Anabul Bebas Rabies” tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Vaksinasi Rabies untuk mempertahankan status Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai wilayah bebas rabies.

Dari 340 hewan yang didaftarkan secara daring, sekitar 40 merupakan anjing, sedangkan sebagian besar lainnya adalah kucing.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan vaksinasi rabies bukan sekadar kegiatan rutin untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan. Menurutnya, upaya tersebut juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan lingkungan.

“Kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar vaksinasi hewan peliharaan. Di dalamnya terdapat pesan penting mengenai kesehatan, keselamatan masyarakat, kesejahteraan hewan, kepedulian lingkungan, serta tanggung jawab kita sebagai manusia terhadap makhluk hidup di sekitar kita,” ujar Danang.

Ia mengingatkan masyarakat agar memandang kepemilikan hewan sebagai tanggung jawab, bukan sekadar hobi. Anjing maupun kucing perlu dirawat dengan baik agar tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan sekitar.

Danang juga menegaskan, status DIY sebagai wilayah bebas rabies tidak berarti masyarakat boleh mengabaikan kewaspadaan. Mobilitas hewan dari luar daerah tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

“Daerah bebas rabies bukan berarti daerah yang bebas dari kewaspadaan terhadap rabies,” tegasnya.

Pemkab Sleman terus mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) pada hewan yang rentan rabies melalui vaksinasi berkala dan penguatan surveilans.
Penanganan rabies, lanjut Danang, juga membutuhkan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Karena itu, pencegahan perlu melibatkan pemerintah, tenaga medis dan dokter hewan, akademisi, komunitas, dunia usaha, serta para pemilik hewan.

Kepala DP3 Kabupaten Sleman Liem Astuti mengatakan vaksinasi gratis tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempertahankan status bebas rabies di DIY.

“Tak hanya vaksinasi, acara ini juga diisi dengan ruang edukasi dan rekreasi,” katanya.

Selain vaksinasi, kegiatan tersebut diramaikan dengan peragaan busana dan kontes kucing, sosialisasi kesehatan hewan bagi anak-anak KB/TK se-Kabupaten Sleman, serta lomba mewarnai.

Pemilik hewan juga diimbau rutin memeriksakan kesehatan hewan, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, serta mengendalikan reproduksi hewan secara bertanggung jawab.
“Mari sayangi anabul kita, jaga kesehatannya, dan lakukan vaksinasi secara rutin,” pungkas Danang.

Berita terkait

Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Berpotensi Gelombang Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Berpotensi Gelombang Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara masih diprediksi mengalami gelombang tinggi yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke depan mulai tanggal 30 September

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru