Peringati HPMI 2025, Gubernur Mirza Terima Penghargaan Bergengsi dari KP2MI

Peringati HPMI 2025,  Gubernur Mirza Terima Penghargaan Bergengsi dari KP2MI
M. Firsada - Assisten Pem & Kesra Setda Provinsi Lampung (Foto Biro Adpim Lampung)

Spektroom - Gubernur Rahmat Mirzani Djausal kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Atas dedikasinya dalam sektor ketenagakerjaan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada acara puncak peringatan Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) 2025.

audio-thumbnail
Awarding
0:00
/39.440563

Acara penganugerahan tersebut berlangsung di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI RI, Mukhtarudin, Nomor: B/S.3233/01/HM.07/XII/2025 tertanggal 11 Desember 2025.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia - Mukhtarudin mengatakan peringgatan International Migrant Day hari ini dengan mengusung tema utama adalah Migrate Stories, Cultures and Development.

"Tema tahun ini menyoroti bagaimana mobilitas manusia mendorong pertumbuhan, memperkaya, dan membantu komunitas untuk terhubung, beradaptasi, dan saling mendukung" terang Mukhtarudin, Kamis (18/12/2025) malam.

Kemudian dalam sub-tema adalah Satu Cahaya, Ribuan Kisah, Seluruh Rilas Migran untuk Kemunisian. Dan tema ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap perjalanan migrasi, terdapat manusia, harapan, dan kisah perjuangan.

audio-thumbnail
Muhtarudin
0:00
/115.673375

"Oleh karena itu, dalam paradigma kami di KP2MI bahwa yang kita urus ini adalah manusia, bukan komunitas barang, tapi adalah manusia sehingga perlu sentuhan-sentuhan manusia dan pendekatan-pendekatan kemanusiaan kita." ujarnnya lagi.

Pekerja migrant, lanjut Mukhtarudin, bukan sebagai hanya pejuang devisa, tetapi lebih utama mereka adalah pejuang-pejuang daripada keluarga dan ekonomi keluarganya.

Satu Cahaya melambangkan harapan yang tetap menyala di tengah berbagai krisis dan musibah. Sementara ribuan kisah mencerminkan pengalaman dan ketangguhan para migran serta masyarakat terdampak.

"Pada momentum ini ditengah saudara-saudara kita yang terdampak banjir-banjir di Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta para korban musibah kebakaran tujuh apartemen di Hong Kong pada 26 November 2025 yang juga menimpa pekerja migran Indonesia, kita sampaikan rasa prihatin kita, semoga mereka diberikan kekuatan" pungkasnya.

Terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, menjelaskan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Lampung.

"Penghargaan dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran RI ini diberikan atas dedikasi dan komitmen kuat Bapak Gubernur dalam memperkuat tata kelola penempatan, pelindungan secara menyeluruh, serta upaya peningkatan keterampilan pekerja migran Indonesia, khususnya yang berasal dari Provinsi Lampung," ujar Agus Nompitu.

Menurut Nompitu, raihan ini melengkapi prestasi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di penghujung tahun 2025. Tercatat, ini adalah penghargaan kedua yang diterima dalam kurun waktu berdekatan di sektor ketenagakerjaan, setelah sebelumnya Gubernur juga menerima penghargaan Pembina Produktivitas Pramakarya dari Menteri Ketenagakerjaan RI.

Penerimaan penghargaan diwakilkan oleh Asisten Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat, M. Firsada. Hal ini dikarenakan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal tengah melaksanakan agenda kunjungan kerja (roadshow) menyapa masyarakat di Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat, yang berlangsung sejak Rabu (17/12/2025) hingga Jumat (19/12/2025).(@Ng).

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti