Perkuat Ukhuwah dan Spiritualitas, SMPN 18 Pontianak Utara Gelar Pesantren Kilat

Perkuat Ukhuwah dan Spiritualitas, SMPN 18 Pontianak Utara Gelar Pesantren Kilat
Suasana pelaksanaan Pesantren kilat di SMPN 18 Pontianak Utara .Tampak para Siswa antusias ikuti kegiatan. Foto : Spektroom

Pontianak- Spektroom : SMP Negeri 18 Pontianak Utara resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat dalam rangkaian Gebyar Ramadan 1447 H, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan yang digelar di halaman sekolah tersebut diikuti seluruh siswa dengan tujuan memperkuat pembinaan karakter dan spiritualitas selama bulan suci.

Kepala SMP Negeri 18 Pontianak Utara, Ria Kartina, M.Pd, mengatakan Pesantren Kilat menjadi momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kebersamaan antarwarga sekolah.

“Kolaborasi dan kekompakan panitia serta seluruh warga sekolah sangat penting agar seluruh rangkaian kegiatan Ramadan berjalan sesuai rencana dan memberi dampak nyata,” ujar Ria dalam sambutannya.

Ia menegaskan, Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana pembelajaran pembiasaan positif bagi siswa.

Melalui program tersebut, pihak sekolah menargetkan peningkatan keimanan dan ketakwaan (imtaq), kedisiplinan, serta kepedulian sosial peserta didik.

Menurutnya, pembentukan karakter Islami harus dilakukan secara konsisten, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga berlanjut dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Ketua Panitia Pesantren Kilat, Muhammad Hisam, S.Ag, menjelaskan kegiatan telah dipersiapkan secara terstruktur.

Panitia membagi sejumlah tugas, mulai dari bimbingan baca Al-Qur’an, penghimpunan dan penyaluran dana infak serta sedekah, hingga penentuan penceramah dan dewan juri untuk lomba Tilawah dan Adzan.

“Kami ingin Ramadan diisi dengan aktivitas yang positif, kreatif, dan bermanfaat.

Selain meningkatkan kualitas ibadah, kegiatan ini juga memperkuat ukhuwah Islamiyah antar siswa dan guru,” kata Hisam.

Dalam rangkaian pembukaan, tausiah disampaikan oleh Ustaz Tri Wibowo, M.Pd. Ia memaparkan tiga amalan yang menjadi ciri penghuni surga di bulan Ramadan, keutamaan bulan suci, serta pentingnya menjaga keikhlasan dalam beramal dan bekerja.

Tausiah berlangsung khidmat dengan antusiasme siswa yang memenuhi halaman sekolah. Sejumlah siswa terlihat mencatat materi ceramah, sementara lainnya mengikuti sesi doa bersama yang dipimpin penceramah.

Pesantren Kilat ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan agenda utama berupa pembinaan ibadah, lomba keagamaan, serta kegiatan sosial berbasis kepedulian.

Sekolah berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi mampu membentuk budaya religius yang melekat dalam keseharian siswa.

Dengan pendekatan kolaboratif, SMP Negeri 18 Pontianak Utara menargetkan Gebyar Ramadan tahun ini menjadi model pembinaan karakter berbasis nilai spiritual di lingkungan pendidikan.

Berita terkait

746 Laporan Masuk ke Call Center 112 Ambon, Kasus Keamanan Tertinggi

746 Laporan Masuk ke Call Center 112 Ambon, Kasus Keamanan Tertinggi

Ambon -Spektroom : Layanan darurat Call Center 112 Kota Ambon mencatat 746 kasus sejak September 2025 hingga 25 Februari 2026. Laporan terbanyak didominasi pengaduan terkait Kedaruratan keamanan dan ketertiban masyarakat, Dimana Kecamatan Sirimau menjadi wilayah dengan jumlah pengaduan paling tinggi Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Ambon, Dr. Ronald Lekransy,

Eva Moenandar, Nurana Diah Dhayanti
Berbuka Puasa Bersama di Masjid Dapat Menciptakan Kehangatan Sesama Umat Muslim dan Penuh Makna

Berbuka Puasa Bersama di Masjid Dapat Menciptakan Kehangatan Sesama Umat Muslim dan Penuh Makna

Tanjungpinang-Spektroom : Berbuka puasa bersama di Masjid merupakan tradisi sosial dan ibadah Sunnah di bulan Ramadhan. Berkumpulnya ummat muslim untuk membatalkan puasa secara serentak setelah azan berkumandang. Tujuannya adalah meningkatkan silaturahim, meperkuat ukhuwah Islamiyah, berbagi rezeki (sedekah) dan dapat menghidupkan Masjid sebagai pusat kebersamaan. Tardisi berbuka bersama di Masjid Agung Tanjungpinang

Desmawati, Rafles