Persaingan Ketat Cabor Taekwondo Porprov XVI Sumbar, Padang dan Solok Berebut Emas

Persaingan Ketat Cabor Taekwondo Porprov XVI Sumbar, Padang dan Solok Berebut Emas
Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) dan Pengalungan Medali Cabor Taekwondo Porprov XVI Sumbar di GOR Sinapa Kota Solok. (Foto: Panpel)

Solok–Spektroom : Persaingan perebutan medali cabang olahraga (cabor) Taekwondo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026 berlangsung ketat dan sengit.

Hasil rekapitulasi hingga Minggu (4/10/2026) pagi, Kota Padang dan Kota Solok menjadi dua kontingen teratas dalam perburuan medali yang berlangsung di GOR Sinapa, Kota Solok.

Berdasarkan rekapitulasi Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Barat, Kota Padang untuk sementara berada di posisi teratas dengan koleksi 3 medali emas, 4 perak dan 1 perunggu, atau total delapan medali.

Kota Solok yang berstatus sebagai tuan rumah berada di posisi kedua. Kontingen Kota Solok juga telah mengoleksi 3 medali emas, ditambah 3 perunggu, sehingga mengumpulkan total enam medali.

Posisi ketiga ditempati Kota Bukittinggi dengan raihan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu atau total lima medali.

Sementara itu, Kabupaten Pesisir Selatan berada di posisi keempat dengan 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Kabupaten Lima Puluh Kota menyusul di posisi kelima dengan koleksi 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu.

Secara keseluruhan, rekap sementara menunjukkan cabor taekwondo telah menghasilkan 12 medali emas, 12 perak dan 24 perunggu, dengan total 48 medali.

Persaingan masih terbuka dan klasemen dapat berubah seiring berlanjutnya pertandingan. Padang dan Solok pun masih harus berjuang mempertahankan posisi masing-masing hingga seluruh nomor pertandingan taekwondo Porprov XVI Sumbar selesai. (RRE/Agoes)

Berita terkait

Gubernur Mirza : Pembangunan Jalan Tol Diarahkan Untuk Berikan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Gubernur Mirza : Pembangunan Jalan Tol Diarahkan Untuk Berikan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Bandarlampung - Spektroom: Keberhasilan membangun jalan tol tidak cukup diukur dari panjang ruas dan kemudahan konektivitas, tetapi juga dari sejauh mana infrastruktur tersebut mampu menghubungkan sentra produksi dengan pasar, mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka acara Pengukuhan Pengurus Forum Ekosistem

Anggoro AP