Persidangan Jemaat GPM Rehoboth ke 53 Dibuka, Wawali Tegaskan Peran Gereja bagi Masyarakat

Persidangan Jemaat  GPM Rehoboth ke 53 Dibuka, Wawali Tegaskan Peran Gereja bagi Masyarakat
Walikota Ambom saat memberikan sambutan pada kegiatan PERSIDANGAN. Jemat GPM Rehoboth klasis pulau Ambon. foto Eva.M

Spektroom - WaliKota Ambon Ely Toisutta menegaskan peran strategis gereja sebagai mitra pembangunan sosial yang harus terus hadir, peduli, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikannya dalam Persidangan Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Rehoboth ke-53 yang digelar di Kota Ambon.

Persidangan Jemaat Rehoboth ke-53 secara resmi dibuka melalui prosesi adat pemukulan tifa oleh Ketua Majelis Pekerja Klasis .Wali Kota Ambon Elly Toisutta dan Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth Pdt. W. D. Tuhumena. Prosesi tersebut menandai dimulainya seluruh rangkaian persidangan gerejawi yang berlangsung dalam suasana hikmat dan penuh pengharapan.

Dalam sambutannya, Toisutta menegaskan bahwa persidangan jemaat merupakan forum tertinggi di tingkat jemaat untuk mengkaji, mengevaluasi, dan menetapkan arah pelayanan gereja ke depan. Ia menekankan bahwa gereja tidak hanya berfokus pada urusan internal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“Gereja harus terus hadir, peduli, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Terutama dalam pembinaan generasi muda dan penguatan ketahanan sosial,” tegas Ely.

Ia mengutip firman Tuhan dalam 1 Korintus 3:6–9, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan,” sebagai pengingat bahwa seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan dalam persidangan merupakan bagian dari pelayanan kepada Tuhan.

Menurut Elly, Pemerintah Kota Ambon membuka ruang kolaborasi yang luas dengan gereja agar nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan dapat bersinergi dengan program pembangunan daerah.
“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan gereja, Ambon akan terus bertumbuh sebagai kota yang aman, inklusif, dan sejahtera,” ujarnya.

Persidangan Jemaat Rehoboth ke-53 mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” dengan subtema “Layanilah Umat dengan Tekun dan Sesuai Kasih Allah.” Tema tersebut menegaskan panggilan gereja untuk menata pelayanan secara bertanggung jawab sekaligus menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan spiritual umat di masa kini.

Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth Pdt. W. D. Tuhumena menjelaskan bahwa persidangan menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program pelayanan tahun 2025. Dari 93 program kegiatan, sebanyak 86 kegiatan atau sekitar 92 persen berhasil dilaksanakan, sementara 7 kegiatan atau 8 persen belum terlaksana karena berbagai pertimbangan.
“Capaian pelayanan dan pengelolaan keuangan jemaat kami yakini sebagai buah pelayanan umat dan para pelayan, serta anugerah Tuhan yang menyertai,” ungkapnya.

Sebagai bentuk pelayanan konkret, sejak 2025 pembiayaan akta baptisan kudus digratiskan bagi seluruh warga jemaat. Pada tahun 2026, Jemaat GPM Rehoboth juga akan melepas empat pendeta jemaat yang memasuki masa purna tugas.

Ketua MPK GPM Pulau Ambon Pdt. W. A. Beresaby, M.Th menegaskan bahwa persidangan jemaat bukan sekadar forum administratif, melainkan ruang penataan dan pengembangan misi Allah di tengah jemaat dan bangsa.
“Gereja harus bertanggung jawab terhadap persoalan keumatan dan kebangsaan serta meneguhkan dirinya sebagai tubuh Kristus,” tegasnya.

Persidangan Jemaat Rehoboth ke-53 diharapkan melahirkan keputusan-keputusan strategis yang meneguhkan peran gereja dalam membangun kehidupan umat dan masyarakat, sejalan dengan motto GPM, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”(EM)

Berita terkait

Kementerian PU Kebut Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1

Kementerian PU Kebut Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Timur 1 sebagai bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Nurana Diah Dhayanti